SIAPA tak kenal Pulau Beras Basah? Hamparan pasir putih dan mercusuar ikoniknya selalu menjadi magnet utama bagi pelancong yang menginjakkan kaki di Kota Bontang. Namun di balik keindahannya, ada persoalan pelik yang kini tengah membelit: status kepemilikannya ternyata masih menggantung.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari gedung parlemen. Komisi B DPRD Bontang mendesak Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) untuk segera bergerak menjemput bola ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi Jamain, menegaskan bahwa kejelasan status hukum Pulau Beras Basah tidak bisa lagi ditunda. Tanpa kepastian, pengelolaan destinasi unggulan ini ibarat membangun rumah di atas pasir—rapuh secara administrasi.
“Pariwisata harus memperjelas dulu kepemilikan Pulau Beras Basah ke provinsi,” ujar Winardi dalam rapat kerja bersama Dispopar-Ekraf belum lama ini.
Persoalan status ini bukan sekadar urusan surat-menyurat di atas meja birokrasi. Ini adalah soal siapa yang berhak mengelola dan bagaimana masa depan ekonomi masyarakat di sana dipertaruhkan.
Pria akrab disapa Awin ini mensinyalir, jika status kewenangan ini tidak segera klir, langkah pengembangan wisata Bontang akan terus terhambat. Padahal, potensi pendapatan daerah dari sektor ini sangat menggiurkan.
Menariknya, DPRD Bontang menyatakan tidak menutup diri terhadap kehadiran investor luar. Masuknya pihak ketiga dianggap bisa menjadi mesin akselerasi untuk memoles Beras Basah jadi lebih profesional. Namun, Awin memberikan catatan tebal yang tak boleh dilanggar.
“Komisi B tidak menolak jika dikelola pihak ketiga, tapi harus melibatkan masyarakat lokal,” tegas Awin.
Pesan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah. DPRD ingin memastikan bahwa kemajuan pariwisata tidak boleh meminggirkan warga asli Bontang. Jangan sampai, saat investor datang membawa modal besar, masyarakat lokal justru terdepak dan hanya menjadi penonton di “halaman” rumah mereka sendiri. [RE/SON]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















