HALAMAN SDN 009 Bontang Utara mendadak riuh, Kamis (4/6/2026) pagi. Puluhan siswa kelas sedang berpesta panen. Tangan-tangan mungil itu dengan lincah mencabut helai demi helai kangkung hijau segar yang tumbuh subur dari 96 polibag.
Wajah mereka sumringah, memamerkan hasil jerih payah merawat tanaman selama hampir sebulan penuh. Momen ini adalah puncak dari program “Smartani Goes To School“.
Sebuah inisiatif yang ingin membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari halaman sekolah, dan rasa cinta pada pertanian harus tumbuh sejak bangku dasar.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka terlibat langsung, mulai dari menanam awal Mei lalu sampai merawatnya setiap hari hingga siap panen sekarang,” ujar Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati, dengan nada bangga.
Sekolah ini memang istimewa. Mereka terpilih menjadi satu dari empat sekolah percontohan di Kota Bontang untuk menginisiasi pertanian perkotaan alias urban farming. Hasilnya terbukti nyata; 96 polibag kangkung tumbuh seragam dan sehat.
Kegiatan panen perdana ini turut disaksikan Staf Ahli Bidang PKSDM Setda Bontang, Lukman, yang hadir mewakili Wali Kota. Lukman tampak terkesan melihat bagaimana edukasi pertanian bisa dikemas begitu menyenangkan bagi anak-anak.
Menurut Lukman, apa yang dilakukan siswa-siswi ini melampaui sekadar urusan perut. Ada nilai kerja keras, kesabaran, dan penghargaan terhadap profesi petani yang mulai luntur di mata generasi muda.
“Di tengah tantangan pangan yang makin rumit, sekolah punya peran strategis. Kita ingin anak-anak paham bahwa lahan sekecil apa pun, jika dikelola dengan cinta, bisa menghasilkan,” tutur Lukman saat membacakan pesan Wali Kota.
Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi apik. Pemkot Bontang melalui DKP3, pihak Kecamatan, hingga dukungan penuh dari TJSL PT Pupuk Kalimantan Timur, bahu-membahu menyediakan ekosistem belajar yang mumpuni bagi para siswa.
Program ini diharapkan tidak berhenti di satu musim panen saja. Targetnya jelas: melahirkan generasi yang peduli lingkungan dan tidak asing dengan kotornya tanah demi masa depan pangan yang lebih mandiri.
Bagi 96 siswa SDN 009 Bontang Utara, kangkung-kangkung ini mungkin akan berakhir di meja makan rumah mereka nanti. Namun, pelajaran tentang proses dan ketekunan yang mereka petik hari ini, akan menetap selamanya. [RIL/ADS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















