UDARA Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sedang tidak baik-baik saja. Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA kini menduduki kasta tertinggi dalam daftar penyakit yang paling banyak menyerang warga di Kota Tepian– julukan Samarinda.
Data surveilans Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda mengonfirmasi kabar kurang sedap ini. Ribuan pasang paru-paru warga kini harus berjuang melawan infeksi yang datang silih berganti.
Kepala Diskes Samarinda, dr Ismed Kusasih, buka suara soal fenomena ini. Menurutnya, ISPA memang menjadi “langganan” saat iklim dan cuaca di Samarinda mulai menunjukkan ketidakteraturan.
“Paling banyak memang ISPA. Penyakit ini sangat dipengaruhi lingkungan tempat kita beraktivitas sehari-hari,” ungkap dr Ismed saat ditemui belum lama ini.
Namun, Ismed mengingatkan warga agar tidak menganggap remeh. ISPA bukan sekadar batuk pilek biasa yang akan hilang dengan sendirinya.
Dalam beberapa kasus, infeksi ini bisa berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius. “Ada yang mengarah ke penyakit paru kronis, misalnya paru-paru basah atau sesak napas akut,” tegasnya.
Penanganan setiap pasien, lanjut Ismed, harus dilihat secara saksama. Sebab, tingkat keparahan ISPA pada setiap orang berbeda-beda, tergantung daya tahan tubuh dan kecepatan penanganan medis.
Lantas, apa benteng pertahanan terbaik kita? Ismed menekankan bahwa masker bukan satu-satunya solusi. Kunci utamanya justru ada di tangan masyarakat sendiri: kebersihan lingkungan.
Ia menyoroti kembali tradisi gotong royong yang mulai pudar di tengah masyarakat urban. Padahal, lingkungan yang berdebu dan kotor adalah karpet merah bagi virus dan bakteri penyebab ISPA.
“Lingkungan bersih itu sangat menentukan. Makanya, jangan pernah anggap remeh kegiatan gotong royong,” pesan Ismed dengan nada serius.
Selain lingkungan, menjaga pola makan dan istirahat yang cukup menjadi harga mati untuk memperkuat imunitas. Jika lingkungan sudah bersih dan tubuh sehat, barulah penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti masker menjadi pelengkap yang sempurna. [JUN]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















