PENANTIAN panjang itu berakhir dengan cara yang paling memilukan. Harapan keluarga melihat Muhammad Royyan Prasetyo (7) pulang dengan senyum ceria, pupus sudah. Bocah laki-laki yang sempat menghebohkan publik Kutai Timur (Kutim) itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Kabar penangkapan terduga pelaku di Balikpapan memang menjadi titik terang bagi aparat. Namun, bagi keluarga yang ditinggalkan, ini barulah awal dari pencarian keadilan yang panjang.
Tim dari Polda Kaltim bergerak cepat. Pelaku yang diduga menghabisi nyawa Royyan berhasil diamankan di kawasan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Rabu (3/6/2026).
Penangkapan di gerbang udara ini memicu spekulasi bahwa pelaku mencoba melarikan diri keluar pulau. Informasi ini dengan cepat menyebar, memecah kebuntuan dari rasa cemas yang menyelimuti warga Kutai Timur selama beberapa hari terakhir.
Paman korban, Rahmat Syamsuddin, mencoba tegar saat menghadapi awak media. Ia mengaku sudah mendengar kabar penangkapan tersebut, namun fokus keluarga saat ini bukanlah pada pengejaran, melainkan pada jawaban.
“Kami mendapat informasi memang ada motif tertentu. Tapi itu masih didalami penyidik,” ujar Rahmat dengan nada bicara yang berat.
Keluarga menyerahkan sepenuhnya pengungkapan motif kepada pihak kepolisian. Di balik jeruji besi yang kini menanti pelaku, ada satu pertanyaan besar yang menghantui pikiran orang tua Royyan: mengapa hal sekejam ini harus menimpa anak sekecil itu?
“Nanti biar pihak kepolisian yang menyampaikan secara resmi,” tambah Rahmat, memilih untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Bagi mereka, tertangkapnya pelaku tidak akan bisa menutup luka yang menganga. Kehilangan Royyan adalah kehilangan masa depan yang tak bisa diganti dengan hukuman apa pun.
Dimakamkan Setelah Isya
Royyan memang sudah “pulang”. Namun, kepulangannya diiringi isak tangis yang memecah kesunyian malam di rumah duka. Setelah salat Isya, jenazah bocah malang itu dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Di sela-sela duka yang mendalam, keluarga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada warga dan relawan yang bahu-membahu melakukan pencarian sejak hari pertama Royyan hilang.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu pencarian dan pengungkapan kasus ini,” tutur Rahmat lirih.
Polda Kaltim dijadwalkan akan menggelar konferensi pers besar di Gedung Mahakam pada Kamis (4/6/2026). [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














