LAPAS Kelas IIA Samarinda kini menyimpan kesibukan baru yang berbeda. Mereka ditunjuk menjadi salah satu dari 28 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pembangunan fasilitas dapur khusus MBG di lingkungan Lapas Samarinda kini terus dikebut. Sesuai arahan pusat, dapur ini harus memenuhi standar operasional dan higienitas tinggi. Namun, yang jauh lebih penting dari sekadar bangunan fisik adalah kesiapan manusianya.
Kalapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, menjelaskan bahwa kerja sama dengan yayasan pelaksana program MBG ini menuntut standar yang ketat. Tidak sembarang warga binaan bisa masuk ke area dapur ini. Ada proses seleksi yang cukup selektif untuk memastikan program berjalan lancar.
“Warga binaan yang diprioritaskan adalah mereka yang telah menjalani dua pertiga masa pidana dan sedang dalam proses pembebasan bersyarat,” ujar Yohanis, mengutip keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Mereka yang lolos seleksi tidak langsung dilepas ke dapur. Para warga binaan ini harus menempuh pelatihan intensif. Mulai dari cara mengolah bahan makanan agar nutrisinya tetap terjaga, menjaga kebersihan lingkungan kerja, hingga memahami standar operasional prosedur (SOP) dapur profesional.
Yohanis menegaskan, pelatihan ini adalah modal besar. Ketika mereka melangkah keluar dari gerbang lapas nanti, mereka tidak lagi hanya membawa label “mantan narapidana”, melainkan sertifikasi dan pengalaman sebagai juru masak yang teruji.
“Mereka dibekali melalui dapur yang ada di dalam lapas, termasuk pemahaman khusus terkait pengolahan makanan bergizi,” tambahnya.
Senada dengan Yohanis, Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Puang Dirham, melihat program ini dari kacamata yang lebih humanis. Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam program Makan Bergizi Gratis adalah cara terbaik untuk memulihkan kepercayaan diri mereka.
Selama ini, stigma negatif seringkali menjadi tembok kedua bagi narapidana setelah mereka bebas. Dengan memasak untuk program sosial, warga binaan membuktikan bahwa mereka masih memiliki nilai dan mampu berkontribusi nyata bagi orang lain. [RE/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















