HARAPAN keluarga melihat Muhammad Royyan Prasetyo (7) pulang dengan senyuman seketika luruh. Setelah dua malam dalam pencarian, kabar pahit itu datang dari kawasan Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Rabu (2/6/2026).
Sesosok jasad anak laki-laki ditemukan terbujur kaku di area belakang Masjid Agung Al Faruq Sangatta. Lokasi yang seharusnya menjadi tempat tenang untuk beribadah, mendadak riuh oleh garis polisi dan isak tangis yang tertahan.
Jasad yang ditemukan tersebut diduga kuat adalah Royyan, bocah yang dilaporkan hilang dibawa orang tidak dikenal sejak Senin (1/6/2026) malam di kawasan Kampung Tator, Jalan Pasundan.
Meski ciri-ciri fisik mengarah kuat kepada Royyan, pihak kepolisian tak ingin gegabah. Saat ini, jenazah sudah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Kudungga untuk menjalani proses identifikasi medis dan pencocokan oleh pihak keluarga.
“Kami masih harus memastikan dulu. Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dicocokkan, apakah benar itu Royyan atau bukan,” ujar Kasi Humas Polres Kutim, Wahyu, saat memberikan keterangan.
Pihak keluarga pun telah dipanggil ke rumah sakit. Di lorong-lorong RS Kudungga, ketegangan terasa begitu pekat menanti kepastian yang sebenarnya tidak ingin mereka dengar.
Beriringan dengan penemuan jasad, sebuah kabar beredar cepat di media sosial: terduga pelaku penculikan telah diringkus. Tak tanggung-tanggung, pelaku dikabarkan ditangkap saat mencoba melarikan diri melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Menanggapi hal ini, Polres Kutim masih bersikap hati-hati. Pemeriksaan intensif tengah dilakukan untuk memastikan apakah pria yang diamankan di Balikpapan tersebut benar-benar berkaitan dengan hilangnya Royyan.
“Kabar yang beredar itu juga kami cocokkan. Apakah yang ditangkap di Bandara Balikpapan itu penculik Royyan atau bukan. Semua masih dalam pendalaman,” tambah Wahyu.
Kasus ini bermula ketika Royyan dilaporkan hilang dari pengawasan orang tuanya di Kampung Tator. Sakitnya, keterangan saksi mata menyebutkan bocah malang itu dibawa oleh orang tak dikenal (OTK).

Polisi bergerak cepat dengan menyisir rekaman CCTV milik warga di sekitar Jalan Pasundan dan menggali keterangan saksi di lokasi kejadian. Namun, takdir berkata lain. Penemuan di Bukit Pelangi seolah menjadi titik gelap dari teka-teki hilangnya siswa kelas 1 SD tersebut.
Seiring proses autopsi yang berjalan, doa-doa terus mengalir bagi Royyan. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















