KABAR mengejutkan datang dari Istana Negara, Selasa (2/5) malam. Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Keputusan besar ini diambil di tengah sorotan tajam publik terhadap rentetan insiden keracunan yang menimpa siswa sekolah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan langsung perombakan kursi pimpinan lembaga non-kementerian tersebut. Tak hanya Dadan, dua wakilnya yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya juga ikut diganti.
“Bapak presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini,” ujar Prasetyo Hadi di hadapan media.
Sebagai pengganti, Prabowo menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Nanik sebelumnya menjabat sebagai wakil bidang komunikasi di lembaga yang sama. Ia akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai formasi baru di kursi wakil.
Langkah tegas ini dibaca banyak pihak sebagai sinyal “darurat” evaluasi. Maklum saja, program MBG adalah jantung dari janji kampanye Prabowo-Gibran yang menyasar puluhan juta anak sekolah.
Di bawah kepemimpinan Dadan sejak Agustus 2024, BGN sebenarnya telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat. Namun, operasional di lapangan nampaknya menyisakan celah keamanan pangan yang fatal.
Data terbaru mencatat fakta yang cukup mengkhawatirkan. Dari total 27.208 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 di antaranya terpaksa dibekukan atau suspend.
Artinya, hampir sepertiga pemasok menu makan gratis ini bermasalah. Rentetan kasus keracunan siswa menjadi noda hitam yang membuat kredibilitas program ini dipertaruhkan di mata para orang tua. [RED]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















