WAJAH tata kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) bakal mengalami perubahan besar dalam waktu dekat. Pusat aktivitas kapal penumpang dan logistik yang selama ini memadati kawasan perkotaan dipastikan segera bergeser ke pinggiran.
Pemerintah Kota Samarinda tengah tancap gas mempercepat pengembangan Pelabuhan Multipurpose dan Terminal Penumpang di kawasan Palaran. Langkah berani ini diambil demi mengurai kemacetan sekaligus menghidupkan pusat ekonomi baru.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan tidak ingin proyek strategis ini berjalan lambat. Dirinya meminta seluruh jajaran bergerak cepat menyiapkan dokumen perencanaan yang matang.
“Siapkan dokumen terminal penumpang dan terminal multipurpose. Jangan sampai pelabuhan penumpang menjadi redup karena fokus pada multipurpose,” ujar Andi Harun saat memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Samarinda, Selasa (2/6/2026).
Target terdekat Pemkot Samarinda adalah memindahkan pelabuhan penumpang yang saat ini masih beroperasi di Jalan Yos Sudarso. Kawasan tengah kota itu dinilai sudah terlalu padat untuk aktivitas keluar-masuk penumpang kapal.
Andi Harun menginginkan Terminal Penumpang Palaran, yang lokasinya tak jauh dari Terminal Peti Kemas (TPK), bisa segera beroperasi sebagai langkah awal.
Salah satu tantangan terbesar pemindahan Pelabuhan Samarinda ini adalah akses jalan. Selama ini, kendaraan berat dan mobilitas logistik masih terpaksa melintasi jalan eksisting di tengah permukiman warga.
Kondisi ini jelas memicu kerawanan sosial dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Menjawab persoalan tersebut, Dinas Perhubungan Samarinda menyodorkan sejumlah opsi jalan pintas.
Dari hasil kajian yang dipaparkan, opsi kelima dinilai menjadi jalan keluar terbaik. Jalur ini akan memanfaatkan eks jalan hauling (tambang) milik PT MAC, yang kemudian disambung dengan pembangunan jalan tembus baru menuju pelabuhan.
Jalur eks hauling ini dipilih karena struktur tanahnya relatif stabil. Selain itu, opsi ini diproyeksikan jauh lebih efisien dari sisi anggaran belanja daerah dan waktu pengerjaan.
Meski blueprint ini terlihat menjanjikan, Andi Harun enggan terburu-buru mengetok palu. Politisi senior ini meminta kalkulasi biaya pembebasan lahan hitung ulang secara mendetail.
“Target minimal kita, terminal penumpang bisa berjalan sehingga pemindahan pelabuhan penumpang dari Jalan Yos Sudarso dapat direalisasikan,” tegasnya di depan jajaran OPD dan Tim Percepatan.
Bagi Pemkot, proyek raksasa di Kecamatan Palaran ini bukan sekadar memindahkan pelabuhan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat posisi Samarinda sebagai kota pusat logistik yang modern. [RIL/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















