PEMERINTAH Kota Bontang memastikan program seragam sekolah gratis bakal berlanjut untuk tahun ajaran 2026/2027. Tak tanggung-tanggung, sekitar 30 ribu paket perlengkapan sekolah mulai dari seragam, tas, hingga sepatu sedang disiapkan.
Menariknya, proyek besar ini tidak hanya soal memanjakan siswa, tapi juga menghidupkan dapur ratusan warga lokal.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengonfirmasi bahwa proses produksi seragam ini melibatkan sedikitnya 600 penjahit lokal. Langkah ini diambil agar perputaran uang tetap berada di tangan warga Bontang.
“Sudah mulai jalan prosesnya. Semoga tidak ada kendala,” ujar Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, Kamis (4/6/2026).
Pelibatan UMKM lokal ini menjadi strategi Pemkot untuk mengejar target produksi yang masif sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di sekitar lingkungan sekolah.
Berdasarkan data Disdikbud, bantuan ini menyasar seluruh siswa baru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Total ada 19.970 stel seragam untuk jenjang SD dan 9.850 stel untuk siswa SMP.
Bantuan yang diberikan pun terbilang sangat lengkap. Para siswa tidak hanya mendapatkan kain atau baju jadi saja, melainkan satu paket pendidikan penuh.
“Sama dengan tahun sebelumnya. Kita juga sedang siapkan tas, sepatu sekolah, hingga buku tulis,” tambah Abdu Safa.
Meski anggaran besar senilai Rp11 miliar telah dialokasikan, pemerintah mengaku harus memutar otak lebih keras tahun ini. Fluktuasi harga bahan baku kain menjadi tantangan utama dalam menjaga kualitas produk.
Abdu Safa menekankan, meski harga bahan naik, pihaknya berkomitmen tidak akan menurunkan kualitas seragam yang akan diterima siswa. Ia ingin anak-anak Bontang tetap nyaman mengenakan seragam baru mereka saat hari pertama sekolah nanti.
Distribusi Sebelum Tahun Ajaran Baru
Kapan bantuan ini sampai ke tangan siswa? Disdikbud menargetkan seluruh proses distribusi rampung tepat waktu. Tujuannya jelas: agar saat lonceng sekolah berbunyi di awal tahun pelajaran 2026/2027, beban orang tua sudah berkurang.
“Kami targetkan rampung sesuai jadwal agar bisa dibagikan sebelum atau tepat saat awal tahun ajaran baru,” katanya.
Kebijakan ini seolah menjadi oase bagi para orang tua di tengah merangkaknya harga kebutuhan pokok, memastikan bahwa urusan pendidikan anak-anak di Bontang tetap menjadi prioritas utama. [SON]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















