SEBUAH benda kecil yang kerap menggantung di ritsleting tas atau kontak motor biasanya hanya dianggap pemanis. Namun, di tangan Muhamad Alfarizi Edytia, benda sepele itu menjelma menjadi senjata ampuh melawan buta finansial bagi generasi muda.
Pemuda berbakat asal Kutai Timur (Kutim) ini baru saja mengemban amanah besar. Alfarizi resmi dipercaya mewakili Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) pada Pemilihan Duta Literasi Keuangan Tingkat Nasional 2026 yang akan digelar Agustus mendatang.
Langkah Alfarizi melenggang ke Jakarta bukan modal tangan kosong. Ia membawa sebuah inovasi edukasi keuangan yang diberi nama KUNCIKU—singkatan dari Kunci Edukasi Keuangan Nasional untuk Masa Depanku.
Senjata utama program KUNCIKU ini terbilang sangat membumi. Alfarizi memanfaatkan media gantungan kunci sederhana yang sengaja dilengkapi dengan kode QR khusus.
“Program tersebut mengusung media edukasi berupa gantungan kunci yang dilengkapi kode QR,” ujar Alfarizi saat berbincang di Sangatta, Selasa (9/5/2026).
Lewat slogan pikatnya, “Pindai Kuncinya, Buka Ilmunya”, masyarakat kini bisa langsung menembus ruang edukasi finansial hanya bermodal telepon genggam. Sekali pindai, layar ponsel akan langsung menyajikan ragam materi literasi keuangan, kuis interaktif yang seru, hingga panduan taktis mengelola isi dompet.
Ia sengaja merancang KUNCIKU agar masyarakat bisa mendapat akses edukasi dengan cara yang jauh dari kata kaku. Finansial yang sering dianggap topik berat, kini dibawa menjadi lebih praktis dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari.
“Dengan bentuk yang sederhana, murah, dan fleksibel, KUNCIKU diharapkan bisa menjadi media pembelajaran yang dekat dengan masyarakat dari berbagai usia,” tuturnya penuh harap.
Gagasan segar ini tidak lahir begitu saja di ruang hampa. Alfarizi mengaku ide ini berakar dari rasa prihatin yang mendalam saat melihat realitas di sekelilingnya.
Tingkat literasi keuangan di kalangan anak muda saat ini dirasa masih sangat minim. Arus tren digital yang begitu deras sering kali membuat generasi muda goyah dalam menentukan prioritas keuangan.
Menurutnya, banyak anak muda yang belum memiliki benteng pertahanan yang kuat dalam mengelola uang. Akibatnya, mereka menjadi kelompok yang paling rentan tergelincir dalam berbagai risiko keuangan, mulai dari gaya hidup konsumtif hingga jebakan instrumen digital yang merugikan.
Melalui KUNCIKU, Alfarizi ingin membalikkan keadaan. Edukasi keuangan harus dikemas ulang dengan metode yang jauh lebih menarik, renyah dipahami, dan yang terpenting bisa diakses kapan saja secara berkelanjutan.
Bagi publik Kaltim, nama Muhamad Alfarizi Edytia sebenarnya sudah tidak asing di panggung prestasi. Sosoknya memang dikenal aktif dan kerap melahirkan ide-ide berdampak sosial tinggi.
Sebelum mengamankan gelar Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026, Alfarizi tercatat memegang rentetan prestasi mentereng di tingkat regional maupun nasional.
Ia merupakan Winner Mister Teen Kalimantan Timur 2025. Tak hanya modal paras dan karisma, ia juga menyabet penghargaan pemenang inovasi proyek terbaik perwakilan Kalimantan Timur pada ajang bergengsi Pertamina Foundation 2025, serta Mister Teen Indonesia Winner YEES Care Program 2025. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















