JERITAN warga Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) yang kesulitan mendapatkan LPG 3 kg bukan isapan jempol semata. Di lapangan, masyarakat harus berkejaran dengan waktu demi mendapatkan satu tabung gas melon. Begitu pasokan datang, stok langsung ludes dalam hitungan menit.
Penelusuran Redaksi Pranala.co di sejumlah titik menemukan fakta bahwa jalur distribusi di tingkat pengecer mengalami penyumbatan serius. Alur pengiriman yang tidak menentu membuat warga kecil menjadi pihak yang paling terpukul.
Di tingkat agen resmi, pasokan sebenarnya masuk setiap hari. Namun, jam kedatangan truk pengangkut ibarat teka-teki yang sulit ditebak.
Salah seorang pegawai di agen resmi LPG 3 kg Akawi, Jalan Patimura, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, membeberkan kondisi riil di gudangnya.
“Pengiriman memang rutin setiap hari, tapi waktunya tidak pasti. Kadang sore, bahkan sering juga tengah malam baru sampai. Kalau tanggal merah, pengiriman libur total,” ujarnya saat ditemui, beberapa waktu lalu.
Ketidakpastian waktu ini otomatis merusak rantai penyaluran ke tingkat bawah. Efek dominonya paling dirasakan oleh para pengecer yang bersentuhan langsung dengan konsumen rumah tangga dan pelaku UMKM.
Kondisi di tingkat hilir jauh lebih memprihatinkan. Toko Juanda Point di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tanjung Laut Indah, misalnya, hanya mendapatkan jatah kiriman tiga kali dalam sepekan.
“Itu pun jumlahnya sangat terbatas, cuma sekitar 30 sampai 50 tabung, tergantung kebijakan agen,” kata penjaga toko tersebut.
Pemandangan serupa terlihat di pangkalan milik Ahmad Rifai di Jalan KS Tubun. Dari jatah 50 tabung yang masuk setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, setengahnya sudah langsung dikavling oleh pengecer lain sebelum sempat menyentuh tangan warga umum.
“Yang tersisa untuk masyarakat paling cuma 25 tabung. Sisanya sudah diambil pengecer,” ungkap Ahmad.
Dampak dari karut-marut distribusi ini kian nyata di Toko Hendra Wijaya, Jalan Selat Malaka. Dalam sepekan terakhir, pasokan gas melon di warung ini macet total.
“Belakangan ini kiriman tidak lancar. Begitu barang datang, langsung habis seketika. Paling kami cuma dikasih jatah 30 tabung,” keluh penjaga toko. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















