HARAPAN ratusan pencari kerja kembali bertemu peluang. Baru beberapa jam dibuka, Mahakam Job Fair 2026 langsung diserbu masyarakat. Sebanyak 1.000 pelamar telah mengirimkan berkas secara daring pada hari pertama pelaksanaan, Kamis (23/7/2026).
Tingginya antusiasme itu menjadi sinyal bahwa kebutuhan akan lapangan kerja di Samarinda masih sangat besar. Di sisi lain, pemerintah daerah berupaya menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan ratusan lowongan dari berbagai sektor usaha.
Mahakam Job Fair 2026 digelar di Samarinda Square, Jalan M Yamin, dan berlangsung hingga Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari program serupa yang pada 2025 berhasil membantu lebih dari 500 pencari kerja mendapatkan pekerjaan di sejumlah perusahaan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, tersedianya lapangan pekerjaan bukan sekadar soal pendapatan, tetapi juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Samarinda terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi, termasuk dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta meningkatnya arus urbanisasi ke Kota Tepian.
"Semoga pekerjaan ini bisa memberikan manfaat. Pekerjaan membuat kita memiliki kemampuan membangun masa depan keluarga," ujarnya.
764 Lowongan dari 36 Perusahaan
Pemerintah Kota Samarinda menggandeng 36 perusahaan dalam penyelenggaraan Mahakam Job Fair 2026. Total tersedia 764 lowongan kerja yang tersebar pada 180 jenis jabatan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menjelaskan perusahaan peserta berasal dari berbagai sektor, mulai pertambangan, alat berat, ritel, kesehatan, perbankan hingga industri lainnya.
Tahun ini, proses rekrutmen juga diperkuat dengan fitur auto-matching melalui situs tepian.samarindakota.id. Sistem tersebut dirancang agar pelamar lebih mudah menemukan posisi yang sesuai sekaligus mempercepat proses seleksi bersama perusahaan.
Pemkot Samarinda juga mengandalkan aplikasi Si Jempol Naker untuk mendukung proses rekrutmen yang lebih terbuka.
Melalui sistem digital tersebut, pemerintah ingin memangkas birokrasi yang berbelit sekaligus mencegah praktik pungutan liar maupun gratifikasi dalam proses penerimaan tenaga kerja.
Andi Harun menyebut, dari 764 lowongan yang tersedia, lebih dari 700 orang ditargetkan dapat diterima bekerja.
Ia memastikan program Job Fair akan tetap menjadi agenda rutin pemerintah daerah, termasuk pada 2027, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Meminjam data Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 5,31 persen, atau sekitar 25 ribu jiwa.
Angka tersebut turun 0,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,75 persen.
Andi Harun menilai penurunan itu tidak lepas dari berbagai program penempatan tenaga kerja, termasuk penyelenggaraan Job Fair.
Sepanjang 2025, lebih dari 500 pencari kerja berhasil terserap melalui dua kali pelaksanaan Job Fair dan program penempatan kerja lainnya.
Keberhasilan tersebut menjadi alasan pemerintah kembali memperluas kesempatan kerja pada tahun ini, dengan harapan semakin banyak warga Samarinda memperoleh pekerjaan yang layak dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. (*)















