DINAS Ketenagakerjaan Kota Bontang resmi menetapkan jadwal Job Fair Bontang 2026 yang akan berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 September 2026. Bursa kerja tahunan ini bertempat di Gedung Koperasi Karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).
Pemerintah daerah menargetkan puluhan perusahaan berpartisipasi untuk menyerap tenaga kerja lokal secara optimal. Sistem pelayanan tahun ini membawa pembaruan teknis guna mempermudah para pencari kerja.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang, Asdar Ibrahim, menjelaskan adanya mekanisme baru dalam proses pengajuan lamaran pada bursa kerja kali ini. Pencari kerja tetap diwajibkan hadir di lokasi acara untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan, namun berkas pendaftaran dikirimkan secara digital.
Pendaftaran lamaran kini terintegrasi penuh melalui aplikasi resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan. Pelamar diminta menyiapkan dokumen pendukung dalam format digital sebelum mendatangi lokasi pameran kerja.
“Pelamar tetap hadir ke acara Job Fair, namun pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Teman Naker. Karena kami sudah punya aplikasi itu,” ujar Asdar Ibrahim, Kamis (27/8/2026).
Disnaker Bontang menargetkan sebanyak 30 perusahaan dapat bergabung mengisi stan pameran. Hingga akhir Agustus 2026, mayoritas kuota peserta telah terisi oleh berbagai entitas bisnis yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur.
Asdar optimistis jumlah korporasi peserta akan terus bertambah hingga hari pembukaan. Penyesuaian tanggal pameran sengaja dilakukan agar sinkron dengan siklus penerimaan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan besar.
“Sampai saat ini yang sudah siap ada 23 perusahaan. Mudah-mudahan sampai hari pelaksanaan jumlahnya bertambah sesuai kuota,” kata Asdar.
Mundurnya jadwal dari rencana awal merupakan langkah strategis Disnaker Bontang. Pihaknya menyesuaikan agenda pameran dengan pola rekrutmen industri vital di Bontang, termasuk program pemagangan PT Pupuk Kalimantan Timur.
“Jadi seperti PKT misalkan, proses magangnya dilaksanakan pada akhir Agustus masuk September. Begitu juga dengan perusahaan lainnya,” jelasnya.
Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Langkah penyelarasan waktu ini diambil agar bursa kerja tidak sekadar menjadi agenda seremonial harian. Disnaker berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai sarana efektif penempatan tenaga kerja yang terukur.
Integrasi sistem digital via Teman Naker diharapkan mempercepat verifikasi berkas dan transparansi seleksi. Kebijakan ini sekaligus memberi kepastian bagi perusahaan peserta untuk mendapatkan kandidat sesuai kualifikasi.
Asdar berharap Job Fair Bontang 2026 mampu memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Momen ini menjadi peluang penting untuk menekan angka pengangguran terbuka di Kota Bontang.
“Semoga semuanya berjalan lancar,” pungkas Asdar. (*)















