JOB Fair Kutai Timur (Kutim) dipastikan tidak digelar secara mandiri pada 2026. Keterbatasan anggaran membuat Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim memilih mengikuti kegiatan Job Fair yang berlangsung di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepala Distransnaker Kutim Sulisman mengatakan, pelaksanaan Job Fair Kutim kembali direncanakan pada 2027. Anggaran untuk kegiatan tersebut sudah dimasukkan dalam perencanaan Distransnaker.
“Sudah di-input kemarin anggarannya untuk Job Fair di tahun 2027 mendatang,” ujar Sulisman.
Berbeda dengan 2026, Job Fair Kutim pada 2027 ditargetkan dapat digelar secara mandiri. Kegiatan tersebut juga direncanakan beriringan dengan peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional.
“Kemarin kita ngikutin kegiatan di Kukar, tapi untuk tahun depan insyaallah ada anggarannya. Nanti kita laksanakan Job Fair sendiri, termasuk juga peringatan May Day,” kata Sulisman.
Rencana tersebut menjadi upaya Distransnaker untuk kembali menghadirkan ruang pertemuan langsung antara perusahaan dan pencari kerja di Kutai Timur.
Sebelumnya, Job Fair di Kutim telah dilaksanakan pada 2024 dan 2025. Kedua pelaksanaan tersebut mendapat respons positif dari pencari kerja maupun perusahaan yang berpartisipasi.
Tidak adanya Job Fair mandiri di Kutim pada 2026 bukan berarti akses pencari kerja terhadap informasi lowongan terhenti.
Distransnaker tetap mengikuti Job Fair yang diselenggarakan di Kukar. Pilihan tersebut dinilai masih relevan karena wilayah operasional sejumlah perusahaan besar, terutama sektor pertambangan dan perkebunan, beririsan antara Kutim, Kukar hingga Bontang.
Perusahaan-perusahaan tersebut juga kerap membuka lowongan yang dapat diakses pencari kerja dari wilayah sekitar.
Karena itu, keikutsertaan Kutim dalam Job Fair di Kukar tetap menjadi salah satu cara untuk membuka akses terhadap informasi kesempatan kerja, meski kegiatan serupa belum dapat digelar secara mandiri di Kutim pada tahun ini.
Untuk Job Fair Kutim pada 2027, Distransnaker tidak hanya berharap perusahaan hadir sebagai peserta.
Sulisman berharap perusahaan yang mengikuti kegiatan benar-benar membawa kebutuhan rekrutmen sehingga pencari kerja memperoleh peluang yang lebih konkret.
“Kalau ketika Job Fair itu mereka betul-betul membuka peluang, ya cukup besar potensinya. Kita harapkan perusahaan-perusahaan memang bersedia melakukan penambahan atau rekrutmen karyawan,” ujarnya.
Menurut Sulisman, informasi lowongan juga perlu disampaikan secara jelas. Perusahaan diharapkan mencantumkan posisi yang tersedia, kualifikasi yang dibutuhkan hingga jumlah tenaga kerja yang akan direkrut.
Informasi tersebut akan membantu pencari kerja menentukan lowongan yang paling sesuai dengan latar belakang pendidikan, keterampilan dan kualifikasi yang dimiliki.
Dengan kembali digelarnya Job Fair Kutim secara mandiri pada 2027, Distransnaker berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas.
Job Fair diharapkan tidak berhenti sebagai ruang pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja. Lebih jauh, kegiatan itu ditargetkan mampu membuka peluang rekrutmen dan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal di Kutai Timur.
Rencana tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari pelaksanaan Job Fair Kutim pada 2024 dan 2025 yang sebelumnya mendapat respons positif dari pencari kerja serta perusahaan. (*)















