PERJALANAN ke luar negeri warga Bontang tak hanya berkaitan dengan ibadah dan wisata pribadi. Jepang juga mulai muncul sebagai tujuan perjalanan kelompok yang dilakukan perusahaan melalui kegiatan seperti family gathering.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bontang, Khairil Anwar, mengatakan perjalanan ke Jepang kerap dilakukan secara berkelompok. Biasanya, perjalanan tersebut berkaitan dengan kegiatan perusahaan yang melibatkan karyawan dan keluarga.
“Untuk wisata, paling banyak ke Malaysia, kemudian Singapura. Kalau generasi muda yang ekonominya lebih mapan, ada juga yang ke Korea Selatan dan Jepang,” ujar Khairil, Jumat (7/8/2026).
Pola tersebut menjadi bagian dari gambaran semakin beragamnya kebutuhan perjalanan luar negeri masyarakat Bontang.
Data Kantor Imigrasi Bontang mencatat 1.873 paspor diterbitkan sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Dokumen perjalanan tersebut digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari umrah, wisata, haji, bekerja, berobat, hingga perjalanan dinas.
Jumlah penerbitan paspor mengalami fluktuasi setiap bulan. Januari menjadi periode dengan penerbitan tertinggi, yakni 685 paspor, disusul Juli sebanyak 668 paspor dan Juni mencapai 601 paspor.
Pada bulan lainnya, penerbitan paspor berada di kisaran 200 hingga 400-an.
Angka tersebut memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat Bontang terhadap dokumen perjalanan internasional sepanjang tujuh bulan pertama 2026.
Meski Jepang mulai menjadi pilihan perjalanan kelompok perusahaan, umrah masih menjadi tujuan utama warga Bontang dalam permohonan paspor.
Peningkatan permohonan umrah terlihat pada April sebanyak 143 pemohon, Mei 127 pemohon, dan Juli mencapai 136 pemohon.
Khairil mengatakan umrah dan wisata menjadi dua tujuan yang paling dominan dalam data permohonan paspor di Kota Bontang.
“Kalau melihat data, yang paling utama itu umrah, kemudian diikuti wisata. Dua ini yang paling dominan di Kota Bontang,” katanya.
Tingginya permohonan umrah juga sejalan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah tersebut di luar musim haji.
Untuk perjalanan wisata, Malaysia menjadi negara yang paling banyak dipilih warga Bontang, kemudian Singapura.
Kedekatan geografis serta biaya yang relatif terjangkau menjadi salah satu faktor yang membuat negara tetangga tersebut menjadi pilihan.
Namun, pilihan destinasi tidak berhenti di Asia Tenggara. Khairil menyebut sebagian generasi muda dengan kondisi ekonomi yang lebih mapan juga melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang.
Jepang memiliki pola tersendiri. Perjalanan ke negara tersebut kerap dilakukan secara berkelompok, termasuk melalui kegiatan perusahaan seperti family gathering.
Kegiatan family gathering membuat perjalanan luar negeri memiliki dimensi yang berbeda. Perjalanan tidak hanya dilakukan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas perusahaan.
Karyawan dan keluarga dapat menjadi bagian dari perjalanan kelompok tersebut. Jepang pun menjadi salah satu tujuan yang dipilih untuk kegiatan semacam itu.
Namun, Kantor Imigrasi Bontang tidak menyebut jumlah perjalanan family gathering ke Jepang maupun perusahaan yang melaksanakannya.
Karena itu, data yang tersedia lebih tepat dibaca sebagai gambaran mengenai beragamnya pola mobilitas warga Bontang, bukan sebagai angka khusus perjalanan perusahaan ke Jepang.
Selain kegiatan family gathering, terdapat permohonan paspor untuk perjalanan dinas dari perusahaan besar di Bontang.
Khairil mengatakan jumlahnya relatif kecil dibandingkan permohonan untuk umrah dan wisata.
“Ada juga perjalanan dinas dari perusahaan besar di Bontang. Tapi memang jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.
Kebutuhan perjalanan luar negeri warga Bontang pun menjadi semakin beragam. Selain ibadah dan rekreasi, ada masyarakat yang bepergian untuk pekerjaan, pengobatan maupun agenda perusahaan.
Melihat tingginya kebutuhan paspor, masyarakat diminta tidak mengurus dokumen perjalanan terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan.
Khairil mengimbau warga merencanakan pengurusan paspor sejak jauh hari. Langkah tersebut diperlukan agar antrean tidak menumpuk dan dokumen perjalanan tersedia tepat waktu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan pengurusan paspor jauh hari sebelum keberangkatan. Supaya antrean tidak menumpuk dan dokumen perjalanan siap digunakan tepat waktu,” pesannya. (*)















