SAAT banyak daerah di Kalimantan masih menunggu perluasan jaringan generasi kelima, Balikpapan justru melangkah lebih dulu. Kota minyak ini menjadi wilayah pertama di Pulau Kalimantan yang dipilih Smartfren untuk implementasi layanan 5G.
Bukan hanya hadir di beberapa titik. Smartfren mengklaim jaringan 5G yang mereka bangun dirancang menjangkau seluruh wilayah Balikpapan melalui konsep blanket 5G.
Langkah tersebut diumumkan setelah Smartfren, XL Axiata, dan AXIS resmi berada di bawah satu payung perusahaan, PT XL Smart Telecom Sejahtera (XLSMART).
“Untuk Balikpapan sendiri, kota ini menjadi salah satu kota awal yang kami pilih untuk implementasi 5G di Kalimantan,” ujar Head of Consumer Product Smartfren XLSMART, Tommie Belgino Pasoreh, saat konferensi pers di Hotel Novotel Balikpapan, Sabtu (13/6/2026).
Pemilihan Balikpapan bukan tanpa alasan. Smartfren menilai kota ini memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital serta tingkat adopsi teknologi yang terus meningkat.
Karena itu, perusahaan memilih menghadirkan jaringan 5G dengan cakupan luas, berbeda dengan pola yang selama ini banyak diterapkan operator lain yang hanya menyediakan layanan di lokasi tertentu.
Dengan model blanket 5G, pengguna dapat menikmati akses jaringan generasi kelima di berbagai kawasan kota tanpa harus mencari titik sinyal khusus.
Peluncuran 5G di Balikpapan juga menjadi salah satu hasil nyata dari penggabungan jaringan Smartfren dan XL Axiata.
Sebelum merger, XL Axiata memiliki spektrum frekuensi sekitar 90 MHz. Sementara Smartfren membawa tambahan sekitar 62 MHz. Setelah bergabung, total kapasitas spektrum meningkat menjadi sekitar 137 MHz.
Menurut Tommie, penambahan kapasitas tersebut memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan.
“Terjadi peningkatan kecepatan internet menjadi dua kali lebih cepat. Kemudian kapasitas trafik menjadi 2,45 kali lebih besar,” katanya.
Ia mengibaratkan kondisi itu seperti jalan raya yang sebelumnya hanya memiliki satu lajur, lalu diperlebar menjadi dua hingga tiga lajur sehingga arus kendaraan bergerak lebih lancar dan tidak mudah macet.
Peningkatan kapasitas jaringan tidak hanya berdampak pada kecepatan. Stabilitas koneksi dan kekuatan sinyal juga ikut meningkat.
Saat ini jaringan Smartfren disebut telah menjangkau lebih dari 400 kota di Indonesia. Perusahaan juga mengklaim terjadi penambahan sekitar 150 persen BTS serta peningkatan kapasitas jaringan hingga 120 persen setelah proses integrasi.
Salah satu keunggulan utama 5G adalah latensi yang lebih rendah. Dengan waktu respons yang lebih cepat, pengguna dapat menikmati pengalaman yang lebih nyaman saat bermain gim online, melakukan panggilan video, hingga mengakses layanan digital berbasis data besar.
Smartfren bahkan mengklaim kecepatan jaringan 5G mereka dapat mencapai hingga 500 Mbps.
Pengguna juga tidak perlu khawatir saat berpindah area. Ketika keluar dari jangkauan 5G, perangkat akan otomatis beralih ke jaringan 4G tanpa mengganggu aktivitas internet yang sedang berlangsung.
“Jika pengguna berpindah dari area 5G ke area 4G, maka perpindahan jaringan berlangsung otomatis dan tetap stabil,” jelas Tommie.
Keunggulan lain jaringan 5G terlihat pada kemampuannya melayani banyak pengguna secara bersamaan.
Karena itu, teknologi ini dinilai lebih optimal digunakan di kawasan dengan kepadatan tinggi seperti bandara, pusat perbelanjaan, stadion, hingga lokasi penyelenggaraan acara besar.
Untuk mendukung kebutuhan pelanggan, Smartfren menyediakan sejumlah pilihan paket 5G, mulai dari paket Unlimited 5G hingga paket Nonstop 5G yang menyasar pengguna dengan konsumsi data tinggi.
Target pasarnya pun luas, mulai dari keluarga, pekerja muda, pelajar, hingga pelaku UMKM yang mengandalkan internet sebagai tulang punggung aktivitas usaha.
Kini pengguna Smartfren, XL, dan AXIS dapat menikmati layanan telepon gratis tanpa batas ke sesama pelanggan dari tiga merek tersebut.
Tommie menggambarkan manfaat itu lewat situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Jadi jika ayah menggunakan XL, anak menggunakan AXIS, dan ibu menggunakan Smartfren, yang sebelumnya harus membayar biaya telepon, sekarang sudah gratis,” ujarnya. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















