KOMITMEN perusahaan terhadap ruang hidup di sekitarnya bukan lagi sekadar kewajiban di atas kertas. Di Bontang, Kalimantan Timur, sinergi itu dicoba dirajut kembali lewat ruang dialog terbuka yang hangat.
Manajemen PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) duduk bersama para pemangku kepentingan dan insan pers dalam agenda tahunan Stakeholder & Media Gathering di Rumah Makan Bontang Nusantara, Jumat (12/6/2026).
Pertemuan ketiga ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa. KDM secara transparan memaparkan rapor dan arah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mereka sepanjang tahun 2026.
Sekretaris Perusahaan KDM, Sukardi, menegaskan bahwa seluruh program sosial perusahaan wajib selaras dengan denyut nadi pembangunan Kota Taman.
“Program TJSL yang dilaksanakan PT KDM disinergikan dengan program Pemerintah Kota Bontang, mulai dari peningkatan infrastruktur sosial hingga pengembangan dunia pendidikan,” ujar Sukardi di hadapan peserta.
Perusahaan yang bergerak di sektor energi ini menyadari betul pentingnya investasi manusia di wilayah terdekat mereka (buffer zone), khususnya Kelurahan Lok Tuan dan Guntung.
CSR KDM, Dika Herdiyani, merinci sejumlah program yang langsung menyentuh akar rumput. Di sektor pendidikan, program Beasiswa KDM Peduli Pendidikan dipastikan tetap berlanjut untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu.
“Sebanyak enam siswa kurang mampu menerima beasiswa KDM Peduli Pendidikan. Karena tahun ini satu siswa telah lulus, rencananya akan ada penambahan satu penerima baru,” jelas Dika.
Selain beasiswa, KDM juga menyasar pendidikan anak usia dini lewat program PAUD Inspiratif. Guru-guru PAUD di wilayah buffer zone diberikan pelatihan intensif untuk mendongkrak kompetensi mengajar mereka.
Tidak hanya pendidikan, isu kesehatan yang sedang menjadi fokus nasional juga tidak luput dari bidikan CSR PT KDM Bontang.
KDM menginisiasi program Peduli Stunting dengan pendekatan unik, salah satunya melalui edukasi berhenti merokok bagi para orang tua. Langkah ini diperkuat dengan kehadiran program Prolansia Sehat.
“Untuk program Prolansia Sehat, ini diklaim menjadi program pertama sejenis yang dijalankan perusahaan di Kota Bontang,” ungkap Dika.
Sementara untuk urusan fisik dan ekonomi, KDM mengucurkan bantuan perbaikan lapangan voli di Pulau Gusung serta pembinaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM lokal agar naik kelas.

Acara yang dipandu dengan santai ini seketika memicu diskusi produktif saat sesi tanya jawab dibuka. Dua isu krusial mencuat dari perwakilan masyarakat dan jurnalis.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Lok Tuan melemparkan keresahan mendalam terkait masa depan generasi muda Bontang. Mereka menyoroti ancaman nyata narkotika yang mulai menyusup ke dunia pendidikan.
Merespons hal itu, masyarakat mendesak agar KDM ikut ambil bagian secara aktif dalam membentengi sekolah-sekolah dari jerat barang haram tersebut.
Di sisi lain, perwakilan media juga memberikan catatan yang membangun. Suriadi Said, Pimpinan Redaksi Pranala.co mengusulkan agar CSR PT KDM Bontang mulai menyentuh peningkatan kapasitas jurnalis lokal.
Pria yang akrab disapa Isur ini membeberkan fakta bahwa saat ini ada sekira 40 perusahaan media di Bontang yang menaungi kurang lebih 80 wartawan.
“Kami berharap ada komitmen KDM bersama media dalam pengembangan profesi kewartawanan, misalnya melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” pungkas Isur.
Mendengar berbagai masukan tersebut, manajemen KDM menyambut baik. Sinyal kolaborasi baru ini diharapkan melahirkan solusi konkret yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas secara berkelanjutan. [ADS/KDM]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















