KELUHAN para pengendara yang kerap melintasi Jalan Soekarno-Hatta Balikpapan akhirnya didengar. Ruas jalan nasional yang terkenal bergelombang dan menguji kesabaran dari Kilo 4 hingga simpang Jalan MT Haryono kini mulai bersolek.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur langsung tancap gas melakukan perbaikan masif. Mereka menurunkan alat berat khusus untuk mengikis habis masalah yang mengintai keselamatan warga.
Petugas di lapangan mengerahkan Cold Milling Machine (CMM). Alat raksasa ini bertugas mengeruk dan menghancurkan lapisan aspal lama yang rusak secara presisi, tanpa mengganggu pondasi dasarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.10 Kaltim, R. Bagus, membeberkan bahwa proyek rehab ini menyasar jalur sepanjang 530 meter. Tak tanggung-tanggung, material yang digunakan punya kelas premium.
“Kami lakukan rehabilitasi mayor sebanyak dua lapis menggunakan material premium, yakni aspal Asbuton Murni PG 70,” ungkap Bagus mengutip keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Bagus menjelaskan, pemilihan material ini melewati pertimbangan teknis yang sangat ketat. Aspal Asbuton Murni PG 70 dikenal punya daya tahan jempolan terhadap beban kendaraan berat yang saban hari melintasi jalur logistik tersebut.
Material canggih ini memadukan aspal alam asli Pulau Buton dengan teknologi Performance Grade (PG). Kualitasnya dijamin tidak sembarangan karena harus lolos uji laboratorium mendalam di ITS Surabaya sebelum dihamparkan.
Proses uji lab inilah yang sempat membuat jadwal pengerjaan fisik sedikit bergeser dari rencana awal. Namun, BBPJN memastikan langkah ini demi hasil akhir yang maksimal dan tahan lama.
Pihak kontraktor sadar betul jalur ini adalah urat nadi transportasi Balikpapan. Untuk menghindari kemacetan horor, seluruh proses pengaspalan digeber pada malam hari.
Langkah taktis ini diambil agar aktivitas ekonomi warga di siang hari tidak lumpuh total. Proyek ini merupakan bagian dari paket preservasi jalan Balikpapan–Samboja–Loa Janan yang targetnya berjalan hingga Desember 2026.
Kerusakan aspal di kawasan Kilo 4 ternyata tidak terjadi begitu saja. Ada musuh tersembunyi yang memperparah kondisi jalan, yakni buruknya sistem sanitasi dan kebocoran air.
Koordinator Lapangan Proyek, Syahir, menegaskan timnya bergerak cepat dengan menggandeng instansi terkait, termasuk PDAM. Tujuannya jelas, memperbaiki saluran air yang buntu agar tidak lagi meluap ke aspal baru.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar aspal baru nantinya lebih awet,” tegas Syahir. [DIAS]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















Comments 1