SEBIDANG lahan kosong di lingkungan perumahan biasanya hanya dipenuhi rumput liar atau dibiarkan terbengkalai. Namun di Balikpapan, lahan-lahan seperti itu kini didorong menjadi sumber pangan keluarga.
Pemerintah Kota Balikpapan mengajak warga memanfaatkan pekarangan dan lahan kosong untuk beternak ayam petelur skala rumahan. Langkah ini dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan telur sehari-hari sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahjuningsih, berujar minat masyarakat terhadap peternakan ayam petelur skala kecil mulai tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program urban farming yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Balikpapan 2025–2029.
“Urban farming itu tidak hanya soal sayuran, tetapi juga ikan dan ayam petelur. Ini bisa dilakukan masyarakat dalam skala kecil,” ujar Sri, Sabtu (13/6/2026).
Selama ini, urban farming kerap identik dengan budidaya sayuran di pekarangan rumah. Padahal, konsep pertanian perkotaan mencakup lebih banyak sektor.
Sri bilang peternakan ayam petelur dan budidaya ikan juga memiliki peluang besar dikembangkan di kawasan perkotaan selama dikelola dengan baik dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Ia menilai masih banyak lahan kosong di kawasan permukiman yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Daripada dibiarkan terbengkalai dan hanya ditumbuhi rumput liar, lebih baik dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif dan menunjang kebutuhan pangan keluarga,” katanya.
Bagi keluarga, manfaatnya tidak hanya sebatas ketersediaan telur sebagai sumber protein hewani. Hasil produksi yang berlebih juga bisa dijual dan menjadi tambahan pemasukan.
Meski mendorong pengembangan peternakan ayam petelur rumahan, Pemkot Balikpapan mengingatkan warga agar tetap menjaga kenyamanan lingkungan.
Pengelolaan kandang dan limbah harus dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan bau maupun gangguan bagi tetangga sekitar.
“Karena berada di lingkungan perumahan, kebersihan harus menjadi perhatian utama,” tegas Sri.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat keberhasilan peternakan skala rumahan tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi, tetapi juga kemampuan menjaga lingkungan tetap sehat dan nyaman.
Lebih jauh, Pemkot Balikpapan ingin mendorong konsep urban farming yang terintegrasi dan ramah lingkungan.
Dalam sistem ini, kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Sementara sisa makanan rumah tangga bisa diolah menjadi maggot yang berfungsi sebagai pakan alternatif bagi ayam maupun ikan.
Konsep tersebut diyakini mampu menciptakan siklus produksi yang lebih efisien sekaligus membantu mengurangi limbah rumah tangga.
“Ini yang ingin kita dorong dalam konsep urban farming terpadu,” ujar Sri. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















