PARA kader KB di Kelurahan Belimbing, Bontang, kini bisa tersenyum lebar. Kerja keras mereka mengurus Kampung KB Bestari Bontang kini berbuah manis hingga dilirik tim penilai tingkat nasional.
Kampung binaan yang lahir sejak 2022 ini resmi mewakili Kota Bontang dalam Wawancara Pemutakhiran Kampung KB Tingkat Nasional 2026.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memimpin langsung paparan keberhasilan ini secara virtual Kamis (11/6/2026). Di balik panggung nasional itu, ada cerita kesejahteraan kader yang melonjak drastis.
Pemkot Bontang menaikkan insentif bagi 514 kader Bangga Kencana secara signifikan. Uang lelah yang dulunya hanya Rp250 ribu per bulan, kini melesat menjadi Rp1 juta bersih.
“Kami mengapresiasi kontribusi nyata mereka dalam mendampingi masyarakat,” ujar Neni saat menyampaikan paparan di depan dewan juri nasional.
Suntikan semangat lewat kenaikan insentif ini melahirkan banyak program kreatif di akar rumput. Dua inovasi yang paling menyedot perhatian juri nasional adalah program SIDAYA dan GENTING.
SIDAYA atau Sekolah Lansia Berdaya berfokus menjaga produktivitas para lansia di kelurahan tersebut. Gerakan ini memastikan kelompok lanjut usia tetap sehat, aktif, dan mandiri.
Lalu ada GENTING, singkatan dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini sukses menggalang kepedulian warga mampu dan dunia usaha untuk membantu balita yang kekurangan gizi.
Kolaborasi nyata ini terbukti ampuh mengubah wajah kampung. Data riil di lapangan menunjukkan angka kesertaan KB modern melonjak tajam dari 51,6 persen menjadi 63,3 persen.
Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) di wilayah ini juga meroket dari angka 56,7 persen ke posisi 73,6 persen.
Hebatnya, Kampung KB Bestari Bontang tidak cuma sibuk mengurusi masalah kesehatan dan KB. Sektor ekonomi warga setempat juga ikut menggeliat hebat.
Produk UMKM lokal buatan emak-emak di kampung ini berhasil menembus pasar internasional. Salah satu negara tujuan ekspornya adalah Kamboja.
Prestasi ekonomi ini berjalan selaras dengan penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Melalui layanan homecare dan pendampingan ketat, jumlah anak stunting menyusut dari 101 menjadi 95 anak.
Pemkot Bontang menargetkan prevalensi stunting secara keseluruhan bisa turun di bawah 10 persen. Keberhasilan Kampung KB Bestari ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) yang bisa ditiru oleh daerah lain di Indonesia. [ADS]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















