TANYA-TANYA publik soal kapan investasi asing di IKN benar-benar mewujud akhirnya terjawab. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan sejumlah raksasa global kini tidak lagi sekadar memantau, melainkan sudah mulai menggarap proyek fisik di lapangan.
Dua negara Asia Timur, Tiongkok dan Korea Selatan, menjadi garda terdepan yang meneken kesepakatan resmi. Mereka bergerak cepat membangun kawasan hunian modern dan mixed-use di pusat ibu kota baru.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik OIKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa antusiasme pasar global terhadap masa depan Nusantara tetap membara. Masuknya pengembang dari Seoul dan Beijing menjadi bukti sahih bahwa daya tarik proyek mega-infrastruktur ini belum pudar.
“Jadi investor dari dalam maupun luar negeri tetap memiliki antusiasme yang tinggi untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara,” ujar Troy saat memberikan keterangan, Rabu (10/6/2026).
Kerja sama dengan dua negara tersebut menjadi angin segar sekaligus pembangunan IKN terbaru di kawasan inti pemerintahan. Mereka fokus pada penyediaan fasilitas vital yang akan menunjang kehidupan sehari-hari para ASN dan warga IKN nantinya.
Selain poros Asia Timur, gerak nyata juga ditunjukkan korporasi kakap asal Dubai, Uni Emirat Arab. Setelah merampungkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun lalu, mereka kini bersiap menurunkan alat berat ke lapangan.
Troy menyatakan komitmen investasi dari Timur Tengah ini berada dalam jalur yang tepat. Konstruksi fisik dijadwalkan bakal berdenyut kencang sebelum tahun 2026 berganti.
“Mereka tetap berkomitmen membangun di sana dan kemungkinan besar akan memulai proses konstruksi fisik pada akhir tahun ini,” katanya dengan nada optimis.
Di luar nama-nama besar tersebut, gerbong investor lain masih terus mengalir menuju ibu kota baru. OIKN mencatat masih banyak delegasi bisnis internasional yang memilih pendekatan hati-hati dengan mengamati situasi di lapangan.
Fase penjajakan ini dinilai wajar dalam lanskap bisnis skala mega. Mereka terus menimbang potensi keuntungan jangka panjang sembari melihat hasil nyata dari pionir-pionir investasi yang sudah berjalan terlebih dahulu. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















