DAMPAK pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai magnet baru pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) kian nyata. Sepanjang Mei 2026, arus kedatangan pelancong ke bumi etam tercatat melonjak sangat signifikan.
Geliat ekonomi dari sektor pelesiran ini bergerak cepat. Agenda wisata yang padat dan daya tarik IKN sukses memikat hati wisatawan nusantara hingga mancanegara untuk datang bergerombol.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2026 menembus angka 1.103 kunjungan. Angka tersebut melesat 20,02 persen dibandingkan April.
Jika ditarik garis vertikal dengan periode yang sama tahun lalu, lonjakannya bahkan menyentuh angka 25,77 persen.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menyebut riuh pariwisata kali ini tidak lepas dari melimpahnya agenda festival di berbagai daerah. Intensitas kegiatan ekonomi kreatif hingga ajang olahraga berskala besar jauh lebih hidup.
"Bulan sebelumnya kegiatan masih terbatas pada pengembangan Desa Wisata dan Festival Lom Plai di Kutai Timur," ujar Mas'ud.
Memasuki Mei, kondisinya berbalik 180 derajat. Kota Samarinda langsung menghentak lewat Kaltim Halal Festival (KalaFest) yang diinisiasi Bank Indonesia.
Sementara itu, Balikpapan dan kawasan penyangga IKN menjelma menjadi pusat perhatian. Kota minyak tersebut bertubi-tubi diserbu massa lewat gelaran Coastal Running, Festival Vokasi, hingga ajang bergengsi Half Marathon perdana di Ibu Kota Nusantara.
Ada juga gerakan Jejak Hijau Liburan IKN dan Lomba Desa Wisata yang sukses memantik rasa penasaran publik.
Banjir manusia ini otomatis membawa berkah langsung bagi para pengusaha penginapan. Kamar-kamar hotel di Kaltim mulai terisi penuh.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kaltim kini menyentuh angka 52,75 persen, alias naik 2,49 persen dari bulan sebelumnya. Untuk hotel non-bintang, keterisian kamar berada di angka 24,24 persen.
Menariknya, para turis tidak sekadar datang lalu pulang. Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang mencapai 1,61 hari.
Khusus untuk pelancong internasional, mereka bahkan betah bertahan lebih lama di Kaltim dengan rata-rata waktu tinggal mencapai 2,26 hari. [RED]

















