PEMPROV Kaltim terus mendorong perubahan besar dalam tata kelola birokrasi. Salah satu langkah yang kini dipercepat ialah penerapan Manajemen Talenta bagi aparatur sipil negara (ASN) di seluruh kabupaten dan kota di Bumi Etam.
Targetnya tak sekadar administratif. Sistem ini disiapkan agar penempatan jabatan, promosi, hingga pengembangan karier ASN benar-benar didasarkan pada kemampuan dan kinerja, bukan sekadar rutinitas birokrasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengatakan perkembangan penerapan Manajemen Talenta di daerah menunjukkan kemajuan cukup cepat.
Dari total 10 kabupaten/kota di Kaltim, lima daerah sudah mengantongi persetujuan penerapan Manajemen Talenta.
“Setelah kami lakukan pembaruan data, dari 10 kabupaten/kota dan satu provinsi, yang sudah mendapatkan persetujuan ada lima, yakni Provinsi Kaltim, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Samarinda, dan Paser,” ujarnya di Samarinda baru-baru ini.
Tak hanya lima daerah tersebut, empat kabupaten lainnya juga disebut sudah memasuki tahapan penting. Mereka telah melakukan ekspos kepada Badan Kepegawaian Negara atau BKN.
Tahapan ekspos itu menjadi langkah akhir sebelum daerah memperoleh persetujuan resmi dan mulai menerapkan sistem Manajemen Talenta.
“Kalau sudah ekspos ke BKN, berarti tinggal menunggu persetujuan dan penerapan,” kata Sri Wahyuni.
Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini masih mempersiapkan tahapan ekspos. Sedangkan Kabupaten Mahakam Ulu menjadi satu-satunya daerah yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
“PPU sedang persiapan ekspos, tinggal Mahulu yang akan kami dampingi supaya bisa mempersiapkan ekspos untuk persetujuan dan penerapan MT,” jelasnya.
Penerapan Manajemen Talenta menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi yang kini didorong pemerintah daerah. Sistem ini diharapkan mampu memetakan potensi ASN secara lebih objektif dan terukur.
Dengan pola tersebut, ASN yang memiliki kompetensi dan kinerja baik akan memiliki peluang karier yang lebih terbuka. Di sisi lain, pemerintah daerah juga lebih mudah menempatkan pegawai sesuai kebutuhan organisasi.
Pemprov Kaltim berharap seluruh kabupaten/kota bisa menuntaskan penerapan Manajemen Talenta pada tahun ini. Target itu dinilai penting agar kualitas pelayanan publik ikut meningkat seiring pembenahan sistem birokrasi.
“Mudah-mudahan tahun ini kita upayakan seluruh daerah di Kaltim sudah bisa menerapkan Manajemen Talenta,” tutup Sri Wahyuni. [RIL/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















