DUA unit lift atau elevator di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) sudah empat bulan tidak berfungsi. Kondisi itu kini mulai memicu keluhan warga, terutama pengunjung yang harus naik turun tangga untuk mengakses lantai atas dan area Mal Pelayanan Publik (MPP).
Bagi sebagian orang, mungkin itu sekadar gangguan fasilitas. Namun bagi lanjut usia (Lansia), ibu hamil, hingga penyandang disabilitas, kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang menguras tenaga dan menyulitkan aktivitas harian.
“Sudah sejak Februari tidak berfungsi. Padahal ada dua lift, tapi tidak pernah dipakai. Jadinya seperti pajangan saja,” ujar salah satu pedagang, Aminah, Senin (25/5/2026).
Menurut Aminah, kerusakan elevator sebenarnya sudah lama dikeluhkan. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang benar-benar berjalan.
Ia menilai keberadaan eskalator juga belum mampu menjadi solusi. Selain hanya berfungsi untuk naik, kemiringannya dianggap cukup menyulitkan bagi sebagian pengunjung.
Keluhan serupa datang dari Dalimin, pengunjung pasar yang mengaku prihatin dengan kondisi akses di gedung tersebut.
Ia mengatakan pengunjung masih bisa memanfaatkan eskalator untuk naik ke lantai atas. Namun saat turun, mereka harus menggunakan tangga biasa.
“Eskalator hanya untuk naik. Kalau turun harus lewat tangga biasa. Kasihan orang tua kalau harus turun tangga,” katanya.
Situasi itu membuat kenyamanan pengunjung menurun. Terlebih Pasar Taman Rawa Indah juga menjadi pusat layanan publik yang setiap hari didatangi warga dari berbagai usia.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Bontang, Eko Arisandi, mengakui perbaikan elevator masih terkendala keterbatasan anggaran pemeliharaan.
Meski begitu, pihaknya mengklaim sudah berkoordinasi dengan pengelola pasar dan tim teknis untuk menangani kerusakan tersebut.
“Dari pekan lalu kita sudah koordinasi dengan kantor pasar dan tim teknisinya. Ini masih dalam maintenance,” ujarnya.
Eko mengatakan tekanan fiskal daerah membuat anggaran pemeliharaan fasilitas publik sangat terbatas. Namun ia menegaskan perbaikan tetap menjadi prioritas karena menyangkut pelayanan masyarakat.
“Tekanan fiskal membuat anggaran pemeliharaan sangat minim. Tapi ini pelayanan publik, jadi harus segera diperbaiki,” katanya.
Saat ini, DKUMPP Bontang masih melakukan pendataan serta analisis kerusakan sebelum mengusulkan langkah penanganan kepada Wali Kota Bontang.
“Kita data dulu masalahnya seperti apa, lalu dirumuskan tindak lanjutnya untuk diusulkan ke wali kota,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan belum ada pos khusus pemeliharaan elevator dalam anggaran murni tahun berjalan. Karena itu, usulan perbaikan kemungkinan baru dimasukkan melalui anggaran perubahan.
“Di anggaran murni tidak ada. Jadi kemungkinan kami usulkan di perubahan,” tambahnya.
Sementara itu, teknisi UPT Pasar Taman Rawa Indah, Ismail, menjelaskan kerusakan elevator kali ini tidak bisa ditangani dengan perbaikan ringan.
Menurutnya, gangguan sudah menyangkut sistem utama sehingga membutuhkan teknisi khusus.
“Kalau hanya reset atau masalah pintu masih bisa kami tangani. Tapi ini sudah menyangkut sistem, jadi harus teknisi khusus,” ujarnya.
Ia menyebut kerusakan sempat terjadi bertahap sebelum akhirnya kedua elevator mati total.
“Awalnya sempat hidup-mati, sekarang sudah tidak berfungsi sama sekali,” katanya. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















