SUARA alat berat masih terdengar di area operasional Dome Unit Tonasa 4, Jumat (22/5/2026). Aktivitas pengerukan material klinker berjalan seperti biasa. Namun sekira pukul 15.10 WITA, situasi mendadak berubah. Klinker adalah material setengah jadi berupa gumpalan atau butiran. Biasanya berdiameter 3-25 mm yang merupakan bahan baku utama pembuatan semen.
Seorang operator ekskavator dari perusahaan rekanan PT Fajar Trans Sejahtera mengalami insiden kerja setelah longsoran material dari bagian atas dome tiba-tiba menghantam kabin alat berat yang dioperasikannya.
Kaca depan ekskavator pecah. Material masuk ke dalam cabin. Dalam kondisi panik, operator berusaha menyelamatkan diri.
Namun nahas, saat melompat keluar dari alat berat, korban terjatuh ke area material klinker panas hingga mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan.
Berdasarkan keterangan perusahaan, korban saat itu sedang melakukan pengerukan material klinker untuk dimuat ke dump truck di dalam dome.
Sebelum pekerjaan dimulai, safety briefing disebut telah dilakukan sesuai standar operasional keselamatan kerja yang berlaku. Meski demikian, insiden tetap terjadi di tengah aktivitas pengerukan material.
Situasi di lokasi sempat menegangkan. Tim keselamatan kerja bersama petugas terkait langsung bergerak cepat melakukan evakuasi.
Safety Officer PT Fajar Trans Sejahtera bersama tim PT Semen Tonasa memberikan penanganan awal sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan di Makassar untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Staf Humas PT Semen Tonasa, Hardiman, mengatakan perusahaan segera mengambil langkah penanganan sesaat setelah insiden terjadi.
“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama perusahaan. Meski korban merupakan tenaga kerja perusahaan rekanan, PT Semen Tonasa tetap memberikan dukungan penuh dalam proses evakuasi dan penanganan awal,” ujarnya.
Perusahaan juga memfasilitasi ambulans serta melakukan koordinasi penanganan di lokasi kejadian.
Pasca insiden, aktivitas di area dome langsung dihentikan sementara. Manajemen memastikan tidak ada pekerja lain yang berada di area terdampak untuk menghindari risiko lanjutan.
Tak hanya menghentikan aktivitas operasional sementara, manajemen juga langsung melakukan investigasi internal terkait penyebab kejadian tersebut.
Standing down meeting digelar sebagai langkah evaluasi cepat untuk memperkuat mitigasi risiko di area operasional dome.
PT Semen Tonasa juga melakukan peninjauan ulang terhadap Job Safety Analysis (JSA), prosedur pengosongan dome, hingga penguatan safety briefing bagi pekerja dan mitra kerja.
Selain itu, perusahaan memastikan sistem dust collector tetap bekerja optimal guna menjaga visibilitas dan mendukung keselamatan kerja di area operasional. [IR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















