WALI Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan para penggiat keagamaan dan garda terdepan pelayanan masyarakat.
Di tengah kebijakan penyesuaian anggaran daerah, insentif untuk mubalig, guru mengaji, guru swasta, hingga kader Posyandu dipastikan aman dari pemotongan.
Komitmen tersebut disampaikan Neni saat menghadiri Tabligh Akbar Pesisir dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kampung Selangan Laut, Minggu (12/7/2026).
Acara keagamaan yang diinisiasi Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang alias BKDIB ini mengusung tema reflektif, “Semoga Kebaikan Tahun Ini Lebih Baik dari Tahun Lalu”.
Neni menyadari betul peran vital para tokoh agama dalam menjaga moralitas warga. Oleh karena itu, rasionalisasi anggaran daerah tidak boleh mengorbankan hak-hak mereka.
“Di tengah kondisi anggaran yang mengalami penyesuaian, saya telah menginstruksikan agar alokasi untuk kesejahteraan mubalig dan guru mengaji tidak dipotong,” tegas Neni di hadapan warga pesisir.
Bagi Neni, kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan nyata atas dedikasi tanpa lelah para penggiat agama dalam membangun mental dan karakter umat di Kota Bontang.
Ia juga mengajak para mubalig serta organisasi keagamaan untuk terus bersinergi dengan pemerintah. Fokusnya adalah membentengi masyarakat dari ancaman narkotika dan memperkuat nilai-nilai spiritual.
Kunjungan ke Kampung Selangan Laut ini juga dimanfaatkan Neni untuk meninjau langsung kondisi 50 kepala keluarga yang mendiami pulau tersebut.
Meski warga kini telah menikmati fasilitas air bersih dari PDAM dan aliran listrik tenaga surya, persoalan sanitasi lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.
Neni secara khusus mengingatkan warga untuk memaksimalkan penggunaan tangki septik bantuan pemerintah. Langkah ini krusial demi menjaga laut tetap bersih sekaligus melindungi tumbuh kembang generasi muda.
“Pertumbuhan anak-anak dan kesehatan ibu hamil harus kita jaga. Salah satu penyebab stunting di wilayah kepulauan adalah sanitasi yang kurang baik,” ujarnya mengingatkan.
Sebagai langkah konkret jangka panjang bagi kesehatan masyarakat pesisir, Pemkot Bontang sukses melobi Kementerian Kesehatan RI untuk mendatangkan bantuan ambulans laut yang dijadwalkan beroperasi tahun depan.
Agenda silaturahmi ini kemudian ditutup dengan tausiah dari Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, yang hadir bersama unsur Forkopimda dan Ketua BAZNAS Bontang.
Sebagai aksi nyata memerangi stunting, acara diakhiri dengan pembagian bantuan telur kepada warga setempat untuk pemenuhan gizi keluarga. (*)














