PETA persaingan menuju kursi Ketua Umum BPC HIPMI Bontang periode 2026–2029 berubah drastis. Dari enam pengusaha muda yang sempat mengembalikan formulir pendaftaran, kini hanya tersisa satu nama yang berdiri tegak.
Steering Committee (SC) Muscab IX BPC HIPMI Bontang resmi menetapkan Adip Maraja sebagai satu-satunya calon yang lolos verifikasi administrasi. Lima kandidat lainnya dinyatakan gugur karena gagal memenuhi persyaratan yang cukup ketat.
Ketua SC Muscab IX BPC HIPMI Bontang, Sudirman Saddu, menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah panitia melakukan pemeriksaan dokumen secara maraton dan transparan.
Sudirman membeberkan, setiap bakal calon sebenarnya mendapatkan informasi dan perlakuan yang sama. Mereka wajib memenuhi 13 persyaratan administrasi.
Persyaratan tersebut mulai dari legalitas perusahaan, SKCK, sertifikat diklat organisasi, hingga biaya pendaftaran sebesar Rp50 juta. Namun, batu sandungan terbesar bagi sebagian besar kandidat justru ada pada syarat dukungan.
“Ada beberapa bakal calon yang tidak mampu memenuhi syarat minimal dukungan 25 anggota hingga batas waktu yang ditentukan,” ujar Sudirman dalam konferensi pers di Sekretariat BPC HIPMI Bontang, Sabtu (11/7/2026).
Dari enam nama yang bersaing—Ahmad Nugraha, Sartiana Taddu, Yusri Ihza Mahendra, Adip Maraja, Imam Ahmad Riskan, dan Tri Ismawaty—hanya berkas Adip Maraja yang dinyatakan sempurna dan melampaui ambang batas dukungan.
Menanggapi hasil verifikasi yang menempatkannya sebagai calon tunggal, Adip Maraja tidak menampik adanya ketegangan di internal timnya sebelum ketukan palu panitia. Dinamika politik di kalangan pengusaha muda Bontang sempat bergerak sangat liar menjelang menit-menit akhir penutupan.
“Menjelang batas akhir saya juga sempat tegang. Walaupun merasa dukungan yang saya pegang paling banyak, dinamika politik antarkandidat membuat situasinya berubah-ubah,” aku Adip jujur.
Namun, ia memilih tidak jemawa. Setelah dinamika kompetisi mereda, Adip langsung merangkul seluruh pihak dan mengajak para kader untuk kembali merapatkan barisan demi membesarkan organisasi.
Fokus Adip ke depan adalah membuka keran kolaborasi yang lebih luas. Ia ingin memanfaatkan kekuatan jejaring HIPMI dari tingkat daerah hingga nasional untuk membantu para pengusaha lokal naik kelas.
“Manfaatnya tidak hanya dirasakan anggota HIPMI, tetapi juga harus berdampak nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Setelah tahapan verifikasi ini selesai, panitia akan bergerak ke agenda berikutnya, yaitu menggelar rapat pleno Badan Pengurus Cabang. Rapat ini bertujuan untuk menetapkan daftar pemilih tetap yang memiliki hak suara dan hak peninjau.
Jika tidak ada aral melintang, Muscab IX BPC HIPMI Bontang akan digelar pada 8 Agustus 2026 di Auditorium Tiga Dimensi. Panitia saat ini terus mematangkan koordinasi dengan BPD HIPMI Kalimantan Timur agar seluruh prosesi organisasi berjalan mulus tanpa hambatan. (*)


















