EFEK domino pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kian nyata menggerakkan urat nadi perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim). Pintu gerbang utama menuju ibu kota baru, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, mencatat lonjakan aktivitas yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini.
Catatan resmi menunjukkan, Bandara Sepinggan Balikpapan sukses melayani 2,3 juta penumpang hanya dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2026. Angka ini menjadi bukti sahih betapa tingginya arus manusia yang keluar masuk wilayah Kaltim.
Kesibukan di langit Balikpapan tidak hanya terlihat dari padatnya ruang tunggu terminal. Aktivitas landasan pacu juga ikut meningkat tajam.
Tercatat ada 21 ribu pergerakan pesawat yang lepas landas maupun mendarat di bandara ini selama semester pertama 2026.
Bukan cuma manusia, arus logistik juga bergerak cepat. Bandara ini mencatat lalu lintas kargo yang fantastis, mencapai 23,8 juta kilogram. Angka-angka ini menjadi indikator kuat bahwa roda ekonomi daerah penyangga IKN melesat tanpa rem.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, menegaskan bahwa capaian impresif ini mencerminkan kuatnya konektivitas udara di Kalimantan Timur.
“Posisi Balikpapan sebagai gerbang utama menuju IKN ikut mendorong tingginya perjalanan dinas, bisnis, hingga wisata,” ujar Iwan, Jumat (10/7/2026).
Menghadapi jutaan pasang kaki yang melintas, manajemen Angkasa Pura Indonesia tidak mau kecolongan. Lonjakan penumpang ini diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan di lapangan.
Fasilitas operasional dan layanan terminal terus mendapat perawatan berkala. Kesiapan personel juga dioptimalkan demi menjamin aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jasa tetap terjaga dengan baik.
Pihak manajemen turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang menjaga ritme kerja di bandara. Mulai dari maskapai, komunitas bandara, hingga petugas ground handling yang bekerja di balik layar.
Manajemen Bandara SAMS Sepinggan optimistis tren pertumbuhan ini tidak akan melambat. Mobilitas masyarakat dan intensitas perjalanan menuju Kalimantan Timur diprediksi tetap tinggi hingga akhir tahun nanti. (*)


















