HARAPAN warga Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menikmati penerbangan dengan tarif lebih murah tampaknya masih harus tertahan. Mesipun PT Pertamina Patra Niaga sudah memangkas harga avtur rata-rata hingga 10 persen sejak awal Juni 2026, maskapai penerbangan belum juga menurunkan tarif mereka secara signifikan.
Kondisi ini membuat harga tiket pesawat Samarinda, khususnya di Bandara APT Pranoto, tetap bertengger di angka yang tinggi. Sektor pariwisata daerah pun terancam jalan di tempat akibat mahalnya akses transportasi udara ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda, Supriyanto, membenarkan situasi dilematis ini. Penurunan harga bahan bakar pesawat yang terjadi sejak 1 Juni kemarin seharusnya menjadi angin segar bagi rute-rute domestik yang melayani wilayah Kaltim.
“Harga tiket pesawat di Bandara APT Pranoto Samarinda masih relatif tinggi meskipun telah terjadi penurunan harga avtur,” ujar Supriyanto dalam rilis resmi BPS Samarinda, Rabu, 1 Juli 2026.
Mengapa harga tiket pesawat Samarinda seperti kebal terhadap penurunan harga avtur? Supriyanto menjelaskan bahwa maskapai penerbangan memiliki kalkulasi struktur biaya operasional yang rumit dan tidak bisa berubah dalam semalam.
Sebelum harga avtur turun, industri penerbangan babak belur dihantam berbagai faktor eksternal. Mulai dari ketegangan geopolitik global, fluktuasi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap mata uang asing, hingga lonjakan harga energi dunia yang sempat meroket.
Menurut catatan BPS Samarinda, pihak maskapai saat ini masih membutuhkan waktu transisi untuk menyesuaikan kembali seluruh komponen biaya operasional mereka. Imbasnya, konsumen atau masyarakat luas belum bisa merasakan dampak langsung dari penurunan harga avtur tersebut pada dompet mereka.
Bagi Kaltim, keterjangkauan transportasi udara bukan sekadar urusan mudik atau perjalanan bisnis. Ini adalah urat nadi bagi daya saing destinasi wisata lokal yang sedang bersolek.
BPS menilai, tingginya tarif penerbangan saat ini menjadi tembok besar yang menghambat mobilitas wisatawan. Ketika tiket pesawat menuju Samarinda atau Balikpapan terlampau mahal, pelancong cenderung mengalihkan tujuan liburan mereka ke daerah lain yang aksesnya lebih ramah kantong. [ID]



















