HARI Senin, 13 Juli 2026 nanti bakal menjadi momen hangat bagi ribuan anak di Bontang. Tahun ajaran baru dimulai. Di balik riuhnya persiapan seragam dan buku baru, ada satu pemandangan berbeda yang sedang dirancang di kota ini: kehadiran para ayah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengeluarkan instruksi khusus. Ia tidak sekadar mengimbau lewat lisan, melainkan menerbitkan Surat Edaran resmi bernomor 100.3.4.3/1073/DP3AKB/2026. Isinya, meminta para ayah meluangkan waktu untuk mengantar anak sekolah di hari pertama.
“Silakan para ayah antar anaknya ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah Senin nanti,” ujar Neni, Sabtu (11/7/2026).
Neni menangkap fenomena sosial yang kerap terjadi di masyarakat modern. Kesibukan bekerja sering kali membuat sosok ayah “absen” dalam momen-momen penting tumbuh kembang anak. Melalui kebijakan ini, Pemkot Bontang ingin mendobrak stigma bahwa urusan domestik dan sekolah hanya menjadi beban ibu.
Kebijakan ini berlaku menyeluruh, mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP. Menariknya, instruksi ini tidak hanya menyasar para orang tua, tetapi juga menyentuh lingkaran dunia kerja.
Instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga struktur terbawah seperti kelurahan diminta memberikan dispensasi khusus. Pekerja yang berstatus sebagai ayah diizinkan datang terlambat demi menemani buah hati mereka memulai lembaran baru di sekolah.
“Kehadiran ayah di momen penting itu dampaknya sangat besar pada rasa percaya diri dan kenyamanan anak,” tutur Neni menjelaskan alasan di balik kebijakan emosional ini.
Bagi Neni, anak-anak tidak hanya membutuhkan pemenuhan materi atau fasilitas yang serba ada. Mereka membutuhkan kehadiran fisik dan emosional orang tuanya. Kehadiran seorang ayah di gerbang sekolah pada hari pertama bisa menjadi memori indah yang membekas seumur hidup bagi anak.
Minimnya peran ayah dalam pengasuhan sering kali menjadi pemicu rapuhnya kondisi psikologis anak saat beranjak remaja. Melalui gerakan dengan tagline “Ayah Wajib Hadir”, Bontang ingin membangun benteng pertahanan keluarga yang lebih kokoh.
Tantangan zaman sekarang, menurut Neni, sudah jauh berbeda dan jauh lebih berat. Pengaruh luar begitu mudah masuk ke ruang-ruang privat anak.
“Peran orangtua, terutama ayah sangat penting dalam membimbing dan menjaga tumbuh kembang anak agar tetap kuat dan tangguh,” ujar Neni. (*)

















