• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 13, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Suara

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

Suriadi Said by Suriadi Said
29 Juni 2026 | 09:11
Reading Time: 3 mins read
0
Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

Gus Luthfy Azka Nararya (tengah) berfoto bersama kedua orangtuanya. [Fahrul/Pranala.co]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

LANGKAH tegap pasukan pengibar bendera di halaman Istana Negara selalu berhasil memukau jutaan pasang mata. Namun, di balik seragam putih yang gagah dan sorot kamera yang megah, ada keringat, air mata, dan mimpi yang dirajut dari ruang-ruang kelas di daerah.

Bagi Gus Luthfy Azka Nararya—remaja asal Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim)—seragam putih itu bukan sekadar pakaian dinas. Pakaian tersebut merupakan wujud nyata dari sebuah janji yang ia bisikkan pada dirinya sendiri sejak masih duduk di bangku SMP.

PILIHAN REDAKSI

Perintah Wali Kota Bontang: Para Ayah, Tolong Antar Anakmu di Hari Pertama Sekolah

Perintah Wali Kota Bontang: Para Ayah, Tolong Antar Anakmu di Hari Pertama Sekolah

11 Juli 2026 | 10:12
Daftar Paskibraka Bontang 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Nama-Nama yang Lolos Dispora Kaltim dan Kesbangpol Berkolaborasi Bina Paskibraka

Daftar Paskibraka Bontang 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Nama-Nama yang Lolos

2 Juli 2026 | 00:04

“Dari awal saya sudah optimistis. Saya harus sampai tingkat nasional, jangan hanya berhenti di level kota,” ujar pemuda yang akrab disapa Lutfi ini dengan nada bicara yang mantap.

Mimpi besar tidak tumbuh di ruang hampa. Bagi Lutfi, percikan itu datang saat ia melihat kakak tingkat di sekolahnya berhasil menembus Paskibraka pusat pada 2022. Sejak momen itu, ia mulai mencari tahu, bertanya ke sana kemari, dan melatih fisiknya secara diam-diam.

Menariknya, darah pengibar bendera ternyata juga mengalir dari sang ibu, Nur Hidayah Jalil, yang merupakan mantan Paskibraka Kota Bontang 2008. Didukung penuh oleh sang ayah, Ahmad Fauzi, Lutfi dibesarkan dalam lingkungan yang menghargai disiplin tinggi.

Namun, menjadi Paskibraka nasional jelas bukan urusan mudah yang bisa instan. Level pusat menuntut kesiapan yang nyaris tanpa cela. Siswa SMA Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP) Bontang ini harus memulainya dari hal yang paling fundamental, yaitu kesehatan tubuhnya sendiri.

“Semua kondisi harus bagus. Mulai dari organ dalam sampai postur luar tubuh. Itu yang paling utama,” kenang Lutfi saat menceritakan masa-masa awal persiapannya kepada Pranala.co.

Perjalanan Lutfi menuju Jakarta adalah babak penyisihan yang melelahkan. Di tingkat Kota Bontang, ia harus bersaing ketat dengan sekitar 160 peserta. Dari ratusan anak muda berbakat itu, hanya tiga pasang yang terpilih untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi. Lutfi menjadi salah satunya.

Masuk ke tingkat Kaltim, tensi kompetisi semakin memanas. Ia harus berhadapan dengan puluhan perwakilan terbaik dari berbagai kabupaten dan kota. Melalui konsistensi, Lutfi kembali terpilih untuk mewakili tanah kelahirannya di panggung nasional.

Ketika menginjakkan kaki di tempat seleksi nasional, ritme hidupnya langsung berubah total. Selama lima hari berturut-turut, seluruh peserta dihantam ujian fisik dan mental yang nyaris tanpa jeda.

Hari pertama langsung dibuka dengan pemeriksaan medis komprehensif. Tim dokter memeriksa detail setiap jengkal tubuh peserta, mulai dari mata, THT, hingga presisi postur saat berdiri tegak.

Menghipnotis Juri dengan Tari Mandau dan Alat Musik Sape

Di tengah ketatnya persaingan yang kaku, Lutfi berhasil mencuri perhatian saat sesi uji minat dan bakat. Ia memilih jalan yang tidak biasa: membawa identitas leluhurnya ke hadapan para penguji nasional.

Siswa asal Kaltim ini menampilkan tari Mandau sembari membawa alat musik tradisional sape. Hebatnya, persiapan untuk penampilan budaya ini hanya memakan waktu sekitar tiga minggu saja.

“Waktu itu saya belum sepenuhnya mahir bermain sape. Tapi bagi saya yang penting percaya diri dan punya niat kuat untuk mengenalkan budaya daerah,” katanya sambil tersenyum.

Keberanian Lutfi terbukti menjadi poin pembeda yang sangat berharga di mata tim penilai.

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

Detik-Detik Menakutkan di Ruang Psikotes

Meski unggul di sesi budaya, Lutfi tidak memungkiri bahwa ada satu tahapan yang membuatnya sempat merasa frustrasi. Tahapan tersebut adalah ujian psikotes.

Berbeda dengan seleksi daerah yang memberikan kelonggaran waktu, psikotes tingkat nasional berjalan dengan kecepatan yang memburu waktu. Setiap peserta dipaksa berpikir di bawah tekanan tinggi.

“Satu soal bisa cuma diberi waktu 30 detik sampai dua menit. Tahapannya banyak sekali,” ungkap Lutfi.

Ujian ini dirancang khusus untuk mengukur kecepatan berpikir dan ketepatan mengambil keputusan. Karakteristik ini sangat krusial bagi seorang Paskibraka yang harus bekerja dalam tim dengan dinamika yang tinggi.

Menjelang pengumuman akhir, mental Lutfi sempat goyah. Melihat kemampuan para kompetitor dari 38 provinsi di Indonesia, rasa pesimis sempat menyelinap di pikirannya.

Namun, takdir berkata lain. Ketika namanya diumumkan lolos sebagai Paskibraka nasional, seluruh rasa lelahnya menguap seketika.

Rasa haru yang mendalam langsung menyelimuti hati kedua orang tuanya di Bontang. Sang ayah, Ahmad Fauzi, teringat kembali bagaimana anaknya harus membagi waktu secara ketat antara latihan fisik yang berat dan turnamen basket sekolah.

“Dia bahkan sempat ikut final turnamen basket, lalu besok paginya langsung berangkat seleksi provinsi. Kemampuan dia membagi waktu yang membuat saya sangat bangga,” tutur Fauzi emosional.

Kini, Lutfi tengah bersiap menjalani pemusatan latihan intensif selama lebih dari 40 hari di Jakarta. Di bawah gemblengan para pelatih, ia terus menempa fisik dan mentalnya demi satu tujuan mulia. [FR]

https://whatsapp.com/channel/0029VbD6ONiA89MoANGjZz2M

Tags: Paskibra BontangPaskibrakaPelajar Bontang
Previous Post

Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Turun Mulai Juli

Next Post

Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

BACA JUGA

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
Kontraktor Diduga Kabur, Proyek Dapur MBG di Paser Kaltim Tinggalkan Utang Rp7,5 M

Kontraktor Diduga Kabur, Proyek Dapur MBG di Paser Kaltim Tinggalkan Utang Rp7,5 M

6 Juli 2026 | 13:42
Intip Bocoran APBD Kaltim 2027: Proyeksi Rp 12,1 Triliun, Bulan Ini Masuk DPRD

Intip Bocoran APBD Kaltim 2027: Proyeksi Rp 12,1 Triliun, Bulan Ini Masuk DPRD

3 Juli 2026 | 22:33
Tabrakan Beruntun di Balikpapan, Truk Tangki Diduga Rem Blong Tabrak 9 Motor, 1 Tewas

Tabrakan Beruntun di Balikpapan, Truk Tangki Diduga Rem Blong Tabrak 9 Motor, 1 Tewas

2 Juli 2026 | 14:03
PNS Samarinda Tak Bisa Asal Plesiran, Anggaran Dinas Dipangkas Rp13 Miliar

PNS Samarinda Tak Bisa Asal Plesiran, Anggaran Dinas Dipangkas Rp13 Miliar

1 Juli 2026 | 18:30
Next Post
Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

7 Juli 2026 | 21:49

Terbaru

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Semifinal Piala Dunia 2026: Skenario Paling Ideal dan Gila dalam Sejarah

Semifinal Piala Dunia 2026: Skenario Paling Ideal dan Gila dalam Sejarah

12 Juli 2026 | 22:36
Hanya Adip Maraja yang Lolos, Muscab HIPMI Bontang Bakal Diikuti Calon Tunggal

Hanya Adip Maraja yang Lolos, Muscab HIPMI Bontang Bakal Diikuti Calon Tunggal

12 Juli 2026 | 22:29
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved