• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juni 29, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

Suriadi Said by Suriadi Said
29 Juni 2026 | 11:01
Reading Time: 2 mins read
0
Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

Salah satu orangutan hasil rehabilitasi berjalan menuju habitat alaminya di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kutai Timur. [Dok. BKSDA Kaltim]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

RUMAH yang sesungguhnya akhirnya kembali menjadi milik Bagus, Eboni, dan Ruby. Tiga orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang bertahun-tahun hidup dalam kungkungan domestikasi manusia ini resmi menghirup udara bebas.

Langkah kaki mereka kini menapak di dahan-dahan kokoh Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Mereka dilepasliarkan setelah melewati masa rehabilitasi yang menguras waktu dan air mata.

PILIHAN REDAKSI

Orangutan Masuk Pekarangan Warga Kaubun Kutim

Orangutan Masuk Pekarangan Warga Kaubun Kutim

13 Juni 2026 | 22:00
Beruang Madu Masuk Permukiman Kutim, BKSDA Kaltim Pasang Kandang Jebak

Beruang Madu Masuk Permukiman Kutim, BKSDA Kaltim Pasang Kandang Jebak

5 April 2026 | 18:24

Aksi penyelamatan yang berujung kepulangan ini digawangi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kelinjau dan Centre for Orangutan Protection (COP), pelepasliaran ini dilakukan, Selasa (23/6/2026).

Bagus, Eboni, dan Ruby membawa luka psikologis yang serupa. Masa kecil mereka terenggut sebagai satwa peliharaan ilegal sebelum akhirnya satu per satu dievakuasi oleh petugas dari lokasi yang berbeda.

Bagus diselamatkan dari Desa Merabu, Kabupaten Berau pada September 2020. Dua tahun berselang, giliran Eboni yang dievakuasi dari Desa Long Beliu, Berau. Sementara Ruby menjadi yang terakhir diselamatkan pada April 2024 dari Desa Persiapan Sekurau Atas, Kutai Timur.

Bertahun-tahun hidup berdampingan dengan manusia ternyata berdampak fatal bagi insting bertahan hidup mereka. Ketiganya kehilangan jati diri sebagai penguasa kanopi hutan.

Saat pertama kali diselamatkan, mereka sama sekali tidak bisa memanjat pohon. Jangankan mencari buah-buahan hutan, untuk sekadar meranting dan membangun sarang hangat sebagai tempat tidur pun mereka tidak tahu caranya.

Bertahun-tahun ‘Disekolahkan’ di Pusat Rehabilitasi

Mengembalikan sifat liar satwa yang sudah telanjur “manusiawi” bukan perkara mudah. Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto, mengungkapkan bahwa proses pemulihan perilaku ini memerlukan kesabaran tingkat tinggi yang memakan waktu antara dua hingga enam tahun di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA), Berau.

“Ketika dievakuasi dulu, mereka kehilangan naluri liarnya karena lama berinteraksi dengan manusia,” ujar Ari, Senin (29/6/2026).

Di tempat rehabilitasi tersebut, ketiga orangutan ini harus masuk “sekolah hutan”. Mereka dilatih kembali dari dasar: mengenali jenis makanan alami, menguatkan otot lengan untuk memanjat, hingga mengenali predator.

Setelah lulus dari sekolah hutan, ujian sesungguhnya dilakukan di pulau pra-pelepasliaran selama empat bulan. Di pulau buatan yang menyerupai hutan asli inilah, tim penilai melihat apakah mereka sudah bisa dilepas sepenuhnya tanpa bantuan penyuapan makanan dari manusia.

“Di pulau tersebut, ketiganya terpantau mampu hidup mandiri secara alami. Karena sudah dinyatakan sehat dan layak, maka kami kembalikan ke hutan,” lanjut Ari.

Pemilihan Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat sebagai lokasi pelepasan bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki rantai ekosistem yang masih perawan, tutupan pohon yang rapat, serta ketersediaan pakan yang melimpah sepanjang tahun.

Manager Pusat Rehabilitasi Orangutan COP, Widi Nursanti, menyebutkan kawasan ini merupakan rujukan utama yang aman dari jangkauan konflik aktivitas manusia. Terbukti, ruang hutan ini telah sukses menampung belasan orangutan lain sebelumnya.

“Selama empat tahun ini sudah ada 18 orangutan yang kita lepas di sini,” jelas Widi.

Momentum kepulangan Bagus, Eboni, dan Ruby ini sekaligus menjadi kado menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang diperingati setiap 10 Agustus mendatang.

Meski demikian, pengawasan ketat belum longgar. Tim monitoring dari COP akan tetap tinggal di dalam hutan selama tiga bulan ke depan.

Petugas akan memantau pergerakan harian melalui teropong, memastikan ayunan tangan mereka kuat, dan memastikan sarang yang mereka bangun cukup kokoh untuk melindungi dari hujan di malam hari. Perjuangan Bagus, Eboni, dan Ruby untuk benar-benar berdaulat di alam liar baru saja dimulai. [RE]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: BKSDA Kaltimorangutan
Previous Post

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

BACA JUGA

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

28 Juni 2026 | 22:07
Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

28 Juni 2026 | 15:54
Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 di Balikpapan, Warga Berebut Hadiah Umrah dan Motor

Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 di Balikpapan, Warga Berebut Hadiah Umrah dan Motor

28 Juni 2026 | 14:17
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Jumat Berkah Kodim 0908/Bontang, Prajurit TNI Turun Langsung Bagikan Nasi untuk Warga

Jumat Berkah Kodim 0908/Bontang, Prajurit TNI Turun Langsung Bagikan Nasi untuk Warga

26 Juni 2026 | 21:12
Resmi Maju Calon Ketua HIPMI Bontang, Ini Program Unggulan Bos Bekesah.co

Resmi Maju Calon Ketua HIPMI Bontang, Ini Program Unggulan Bos Bekesah.co

23 Juni 2026 | 08:24

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Sekolah Favorit di Kutim Overkapasitas, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah Kutai Timur Siapkan Sekolah Rujukan Google di Sangatta

Sekolah Favorit di Kutim Overload, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah

28 Juni 2026 | 13:41
Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

5 November 2023 | 22:24
Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025 Balikpapan Kebut Program “Kota Terang”, 3.500 Titik Lampu Jalan Dipasang Tahun Ini

Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025

26 Juni 2025 | 12:46

Terbaru

Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

Lupa Cara Memanjat, Tiga Orangutan Eks Peliharaan Akhirnya Pulang ke Hutan Kaltim

29 Juni 2026 | 11:01
Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

29 Juni 2026 | 09:11
Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Turun Mulai Juli

Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Turun Mulai Juli

28 Juni 2026 | 22:58
Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

Data IQAir 28 Juni 2026: Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Terbaik

28 Juni 2026 | 22:07
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved