WALI Kota Samarinda, Andi Harun, mengambil langkah radikal dalam mengelola keuangan daerah. Kebijakan berani ini diambil setelah dirinya menemukan pola pemborosan anggaran yang nilainya cukup fantastis di masa lalu.
Demi mewujudkan konsep “APBD Cerdas 2027″, Pemkot Samarinda memilih jalan tidak populer di kalangan birokrasi. Mereka memangkas pos belanja yang dinilai tidak produktif untuk dialihkan langsung ke program yang menyentuh masyarakat.
Andi Harun secara blak-blakan mengakui, disiplin anggaran ini menjadi tamparan sekaligus cermin bagi jajaran pemerintahan yang dipimpinnya.
“Selama uang kita banyak, kita memang cenderung boros,” ujar Andi Harun jujur.
Menurutnya, efisiensi ini bukan sekadar penghematan biasa. Langkah tegas ini adalah upaya mendisiplinkan mental birokrasi agar penggunaan APBD Samarinda ke depan jauh lebih sehat dan tepat sasaran.
Satu di antara keputusan paling ekstrem yang diambil adalah penghapusan anggaran makan dan minum di berbagai instansi. Tidak main-main, angka yang berhasil diselamatkan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Tahun ini kami menghapus lebih dari Rp90 miliar anggaran makan dan minum,” ungkap Andi Harun.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini menyebutkan, angka sebesar itu menjadi bukti betapa borosnya pengeluaran operasional instansi selama ini. Sekarang, celah tersebut resmi ditutup rapat demi kepentingan warga Samarinda yang lebih prioritas.
Bukan cuma urusan perut, sistem perjalanan dinas di lingkungan Pemkot Samarinda juga dirombak total. Mulai kini, anggaran perjalanan dinas tidak lagi disebar di setiap dinas atau perangkat daerah.
Semua pos anggaran dinas luar itu dipusatkan di Sekretariat Daerah. Total anggarannya pun ditekan hingga hanya menyisakan Rp7 miliar sepanjang 2026.
Kontrol ketat kini berada sepenuhnya di tangan wali kota. Setiap kepala perangkat daerah yang ingin pergi keluar daerah wajib mengantongi izin tertulis langsung dari Andi Harun.
“Jika kepala dinas ingin melakukan perjalanan dinas, mereka harus mendapatkan izin langsung dari saya,” tegasnya.
Kebijakan ini memastikan tidak ada lagi agenda bepergian yang sekadar formalitas tanpa membawa manfaat nyata bagi daerah. Andi Harun memastikan komitmennya ini tidak bisa ditawar lagi oleh jajarannya.
“Kami memangkas pengeluaran yang tidak perlu hingga seratus persen. Tidak ada lagi istilah pengurangan tipis-tipis, semua yang boros kami hentikan,” pungkasnya.
Melalui strategi APBD Cerdas 2027, Pemkot Samarinda optimistis wajah tata kelola keuangan kota akan berubah total. Hasil penghematan ini dijanjikan bakal kembali ke tangan rakyat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih optimal. [TIA]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami













