MELINTASI jalan nasional dari Kilometer 4 hingga Kilometer 24 di Balikpapan saat malam hari kini tak lagi mencekam. Kawasan yang dulunya didominasi kegelapan, perlahan mulai bertransformasi menjadi koridor yang terang dan aman bagi para pengendara.
Perubahan besar ini menjadi bagian dari keseriusan Pemerintah Kota Balikpapan dalam menggeber program Balikpapan Terang. Tak tanggung-tanggung, sepanjang 2023 hingga 2026, anggaran sebesar Rp244 miliar telah digelontorkan untuk memasang 8.035 unit Penerangan Jalan Umum (PJU).
Secara aturan, ruas jalan lintas kota dari Km 4 sampai Km 24 sebenarnya berada di bawah wewenang pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Namun, Pemkot Balikpapan memilih menjemput bola demi keselamatan warganya yang melintas tiap malam.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menegaskan bahwa langkah ini diambil karena lampu jalan sudah menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Pihaknya langsung berkoordinasi erat dengan pemerintah pusat.
”Status jalannya memang jalan nasional. Tetapi karena ini kebutuhan mendesak masyarakat, kami bergerak meminta izin kepada pihak balai untuk memasang lampu di ruas tersebut,” ujar Fadli, Sabtu (20/6/2026).
Langkah nyata itu dibuktikan dengan penambahan ratusan titik cahaya baru. Di area Km 20 hingga Km 24 saja, kini sudah berdiri 50 titik lampu.
Bahkan pada tahun lalu, Dishub menyebar 330 titik PJU baru di sepanjang Km 3, Km 5, Km 10, hingga Km 23. Sementara untuk tahun 2026 ini, kawasan Km 8 kembali dipasangi 10 titik lampu tambahan agar penerangan semakin merata.
Fadli memastikan, penempatan ribuan lampu ini tidak dilakukan secara asal tembak. Semua pemasangan mengacu pada kajian teknis yang matang, mulai dari spesifikasi tiang hingga efisiensi daya.
”Ada kajian matang yang kami buat. Ini untuk memastikan justifikasi pemasangan PJU itu sesuai dengan kewenangan dan spesifikasi yang seharusnya,” jelasnya.
Namun, pertumbuhan kota yang masif membuat kebutuhan lapangan ikut bergeser. Kawasan baru terus tumbuh, dan beberapa jalur lintas utama kini semakin padat.
Dishub Balikpapan mencatat, jalur seperti Jalan Mukmin Faisal yang kini sudah tersambung penuh, mengalami lonjakan aktivitas kendaraan yang luar biasa. Jalur penyangga seperti akses menuju kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Kebun Raya Balikpapan juga tidak luput dari prioritas mitigasi kerawanan malam.
Melihat dinamika ini, Pemkot Balikpapan langsung bergerak cepat merevisi kajian kebutuhan lampu kota. Hasil evaluasi sementara menunjukkan, Balikpapan masih membutuhkan sekira 5.784 unit PJU tambahan untuk menyisir sisa-sisa kawasan yang belum tersentuh. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















