JALUR laut acap kali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan para pelaku kriminal untuk menyelundupkan barang haram. Sadar akan ancaman tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang langsung mengambil langkah tegas.
Otoritas pelabuhan kini tengah bersiap memperketat pengawasan di kawasan Pelabuhan Lok Tuan, Bontang. Langkah ini menjadi prioritas utama demi membendung masuknya barang ilegal, terutama narkoba, yang kerap memanfaatkan kelengahan petugas di pintu masuk daerah.
Kepala KSOP Kelas II Bontang, M. Ridha, menegaskan bahwa menjaga keamanan gerbang laut tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama. Ia menginginkan adanya sistem baru yang terintegrasi, mulai dari penataan alur penumpang hingga pemanfaatan teknologi deteksi paling mutakhir.
“Pelabuhan itu pintu masuk. Jadi harus jelas alurnya. Mana jalur penumpang, mana jalur barang,” ujar Ridha saat memberikan keterangan.
Ia meluruskan anggapan bahwa aturan baru ini akan merepotkan masyarakat. Menurutnya, pembenahan ini murni untuk memberikan rasa aman kepada warga Bontang.
Ridha tidak menampik kondisi fasilitas di Pelabuhan Lok Tuan saat ini masih memiliki banyak celah. Sarana krusial seperti mesin X-ray dan sistem kontrol akses yang ketat masih sangat minim.
Guna mempercepat modernisasi ini, KSOP Bontang membuka pintu bagi pihak swasta untuk ikut berinvestasi, termasuk dalam optimalisasi lahan pelabuhan yang belum terpakai.
Melalui kerja sama tersebut, Ridha memproyeksikan pelabuhan yang jauh lebih steril di masa depan. Nantinya, tidak ada lagi ruang bagi orang asing untuk keluar-masuk area pelabuhan tanpa tujuan dan identitas yang jelas.
Setiap pergerakan manusia dan logistik harus terdata secara digital dan lolos verifikasi petugas.
“Ke depan, semua harus terdata. Masuk pelabuhan harus punya tiket, harus jelas identitasnya. Ini demi melindungi semua pihak, bukan sekadar aturan,” ucapnya tegas.
Menariknya, Ridha sempat membandingkan karakteristik Pelabuhan Bontang dengan wilayah tetangga, seperti Samarinda. Ia menyebut tantangan di Samarinda jauh lebih rumit lantaran memiliki banyak jalur tikus di sepanjang aliran sungai yang sulit dipantau.
Bontang justru diuntungkan oleh letak geografisnya yang berhadapan langsung dengan laut lepas. Karakteristik ini membuat pola pengawasan jauh lebih mudah dikontrol, asalkan sistem utamanya dibenahi dengan benar.
Meski begitu, KSOP tidak bisa menjadi pahlawan kesiangan yang bekerja sendirian. Ridha menyerukan pentingnya sinergi instansi maritim, kepolisian, dan aparat penegak hukum lainnya untuk mempersempit ruang gerak para penyelundup.
Dalam waktu dekat, koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Bontang akan segera digulirkan. Target besarnya menyulap Pelabuhan Lok Tuan menjadi pelabuhan percontohan yang aman, tertib, dan bersih dari peredaran narkoba.
“Kita ingin orang datang ke Bontang merasa aman. Itu tujuan besarnya,” tegas Ridha. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















