WAJAH Pelabuhan Lok Tuan, Bontang bersiap mengalami perubahan besar di bawah nakhoda baru. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang, M Ridha, langsung tancap gas memetakan ulang potensi maritim kota ini.
Targetnya menertibkan aktivitas ilegal sekaligus melejitkan daya saing logistik daerah. Namun, pria yang baru menjabat ini membawa satu prinsip tegas yang tidak bisa ditawar.
“Pada prinsipnya, kita ingin membangun Bontang bersama-sama. Tapi fondasinya harus jelas, yaitu aturan,” ujar Ridha, Kamis (18/6/2026).
Ridha mengingatkan agar gerak pembangunan tidak menabrak regulasi. Langkah ceroboh hanya akan memicu persoalan hukum baru yang merugikan daerah di masa depan.
Langkah konkret pertama yang masuk dalam radar KSOP Bontang adalah penertiban “jalur tikus”. Keberadaan pelabuhan tidak resmi ini dinilai merugikan karena melangkahi pengawasan otoritas.
Dalam waktu dekat, Ridha akan menggelar koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Bontang. Operasi ini bertujuan menyatukan seluruh aktivitas logistik ke satu gerbang resmi.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Penertiban pelabuhan tikus menjadi kunci penting untuk menjamin keselamatan pelayaran sekaligus menutup kebocoran pendapatan daerah.
“Kita ingin semua aktivitas terpusat di pelabuhan resmi. Lebih tertib, lebih aman, dan lebih menguntungkan bagi daerah,” tegas Ridha.
Selain penertiban, Ridha melihat ada peluang besar yang selama ini terlewatkan. Hamparan lahan kosong di sekitar Pelabuhan Lok Tuan Bontang masih belum tersentuh optimal.
Baginya, lahan-lahan tersebut adalah aset strategis yang bisa memperluas kapasitas tampung pelabuhan. Pemanfaatan area ini akan langsung mendongkrak daya saing Bontang di jalur selat Makassar.
KSOP Bontang memastikan siap mengawal penuh seluruh proses legalitas pemanfaatan lahan tersebut. Kepastian hukum menjadi magnet utama untuk menarik minat para investor besar.
“Kalau lahannya tersedia dan bisa dimanfaatkan, kami dukung dari sisi legalitas. Ini penting agar aktivitas logistik memiliki kepastian hukum,” katanya.
Ridha turut memberikan apresiasi terhadap keseriusan Pemerintah Kota Bontang yang terus bersolek membenahi sektor laut. Sinergi yang sudah berjalan baik dari pejabat terdahulu dipastikan tidak akan melambat.
Otoritas kepelabuhanan kini mulai merajut komunikasi yang lebih kuat dengan pemerintah pusat. Tujuannya agar kucuran dana anggaran dan dukungan fasilitas bisa mengalir lebih maksimal ke Bontang.
Gerakan bersama ini diyakini mampu mengubah status Pelabuhan Lok Tuan Bontang. Dari yang semula hanya melayani kebutuhan lokal, menjadi simpul logistik modern yang diperhitungkan di Kaltim.
Jalur pelayaran yang menghubungkan Bontang dengan Samarinda hingga Berau akan menjadi urat nadi baru. Distribusi barang yang lebih cepat di kawasan pesisir ini otomatis bakal menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.
“Kalau semua unsur maritim bergerak bersama, saya yakin pelabuhan Bontang bisa naik kelas. Bukan hanya melayani kebutuhan lokal, tapi juga dilirik investor,” teags Ridha. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















