KETAKUTAN warga Balikpapan saat melintasi jalanan gelap pada malam hari akhirnya mendapat jawaban serius. Pemerintah Kota Balikpapan kini sedang jor-joran mengejar target program prioritas bertajuk “Balikpapan Terang”.
Bukan sekadar janji di atas kertas, Pemkot Balikpapan bahkan nekat merombak postur anggaran demi menerangi sudut-sudut kota yang rawan kriminalitas.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pembenahan lampu penerangan jalan umum (PJU) merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar. Ia mengakui ada harga mahal yang harus dibayar demi rasa aman warga di malam hari.
“Membalikkan telapak tangan itu tidak mudah. Untuk mengalokasikan anggaran penerangan ini saja, kita bahkan mengorbankan kegiatan-kegiatan yang lain,” ujar Rahmad, Jumat (19/6/2026).
Langkah berani ini diambil sebagai bentuk konsistensi pencapaian program Balikpapan Terang. Rahmad menyebut, wajah kota malam hari saat ini sudah jauh lebih baik dan manusiawi ketimbang beberapa tahun lalu.
Sejumlah jalur protokol seperti Jalan MT Haryono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mukmin Faisal, hingga area Kilometer (Km) 13 kini sudah benderang.
“Bukan maksud saya membanggakan diri, tetapi ini fakta bahwa sudah ada peningkatan. Kalau dibanding daerah lain di Kalimantan Timur, Balikpapan mungkin jauh lebih terang,” ucapnya.
Menanggapi keluhan tajam netizen terkait lampu jalan yang mati di kawasan Km 13 dekat SPBU, Rahmad memberikan klarifikasi. Jalur tersebut rupanya berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Infrastruktur di lokasi sebenarnya sudah terpasang rapi. Masalahnya sepele namun fatal: bohlam lampu banyak yang putus dan belum diganti.
Pemkot Balikpapan berjanji segera mengetuk pintu pemerintah provinsi. Koordinasi kilat akan dilakukan agar lampu-lampu di area batas kota itu kembali menyala.
Bagaimana dengan kabar jalur luar kota hingga Km 24 yang disebut masih gulita? Rahmad langsung menyodorkan data konkret di lapangan.
Pihaknya mencatat sudah memasang 330 titik lampu yang tersebar dari Km 13, Km 15, hingga Km 23. Anggapan bahwa wilayah pinggiran dilupakan langsung ditepisnya.
“Memang kalau disamakan kerapatannya dengan dalam kota, tentu belum sama karena kami utamakan dalam kota dulu. Tapi bukan berarti di luar kota itu gelap,” jelasnya.
Rahmad memastikan perburuan terhadap titik-titik gelap di Balikpapan akan terus berlanjut. Pemkot berkomitmen menutup celah bagi para pelaku kriminal yang kerap memanfaatkan kelemahan fasilitas publik.
“Insyaallah, nawaitu kami murni untuk Balikpapan Terang. Kami berkomitmen agar masalah kegelapan jalan ini tidak terjadi lagi,” ujar Rahmad. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















