TEKANAN anggaran mulai terasa di Samarinda. Pemerintah Kota terpaksa memangkas sejumlah target pembangunan, termasuk penerangan jalan umum (PJU), akibat lonjakan harga material. Situasi ini mengemuka dalam rapat pembahasan Program Strategis Daerah (PSD) di Balaikota Samarinda, Kamis (30/4/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, bersama jajaran kepala perangkat daerah. Dalam forum itu, pemerintah secara terbuka mengakui ruang fiskal yang semakin sempit, sementara kebutuhan pembangunan tetap tinggi.
“Semua sektor tetap harus berjalan, tetapi kita juga harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. Program yang dipilih harus benar-benar prioritas dan berdampak,” ujar Neneng mengutip laman resmi Pemkot Samarinda.
Kenaikan harga material menjadi faktor utama. Dampaknya langsung terlihat pada proyek PJU. Jumlah titik yang sebelumnya direncanakan kini harus dikurangi agar tetap sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia.
Penyesuaian tidak hanya terjadi pada PJU. Sejumlah kegiatan lain juga berpotensi mengalami revisi, baik dari sisi volume pekerjaan maupun target output. Pemerintah meminta setiap perangkat daerah menghitung ulang rencana kerja tanpa menurunkan kualitas hasil.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda memilih mengamankan program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Pembangunan sekolah, infrastruktur jalan, dan fasilitas publik tetap menjadi prioritas, terutama yang progresnya sudah tinggi dan siap dijalankan.
Aspek perencanaan juga mendapat sorotan. Untuk proyek multiyears atau bertahap, setiap tahapan diminta ditulis jelas dalam dokumen perencanaan guna menghindari persoalan di kemudian hari.
Guna menekan risiko, Inspektorat dilibatkan dalam proses reviu. Lembaga ini akan mengkaji kesesuaian harga, kelayakan program, serta memastikan tidak ada celah administratif yang berpotensi menjadi masalah. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















