BELUM genap setahun selesai dibangun, kawasan trotoar megah di Jalan MT Haryono, Bontang, mulai kehilangan wajah cantiknya. Enam penutup lampu hias di jalur pedestrian yang digadang menyerupai kawasan Malioboro dilaporkan hilang.
Kawasan pedestrian senilai Rp23 miliar itu sebelumnya menjadi salah satu proyek penataan kota paling mencolok di Bontang pada akhir 2025. Trotoar yang membentang dari Jalan R Suprapto hingga MT Haryono tersebut dilengkapi berbagai elemen estetika seperti lampu dekoratif, bollard, kursi santai, hingga jalur khusus penyandang disabilitas.
Kini, sebagian fasilitas di area yang setiap sore dipadati warga itu justru mulai rusak dan tidak lengkap. Kondisi tersebut memunculkan ironi di tengah upaya pemerintah mempercantik wajah kota dan menghadirkan ruang publik yang nyaman.
“Sayang sekali, padahal baru selesai dibangun. Sekarang sudah banyak yang hilang,” kata Andi (34), warga yang mengaku rutin melintas di kawasan tersebut.
Bagi sebagian warga, trotoar itu bukan lagi sekadar jalur pejalan kaki. Pada malam hari, kawasan tersebut berubah menjadi ruang berkumpul baru warga kota. Ada yang jogging, duduk santai, berburu foto, hingga sekadar menikmati suasana malam di pusat kota.
Karena itu, hilangnya fasilitas publik di kawasan tersebut cepat menjadi perhatian warga. Siti (29), warga lainnya, mengatakan kerusakan fasilitas umum seharusnya tidak dianggap sepele karena menyangkut kenyamanan ruang bersama.
“Setiap hari ramai orang datang ke sini. Kalau satu-satu fasilitasnya hilang, lama-lama kesan bagusnya juga hilang,” ujarnya.
Ia berharap pengawasan di kawasan pedestrian diperkuat, termasuk dengan pemasangan kamera pengawas atau CCTV agar fasilitas yang baru dibangun tidak kembali rusak atau hilang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, menyebut sebagian penutup lampu yang hilang diduga bukan dicuri, melainkan terlepas atau jatuh.
“Untuk cover lampu yang hilang ada yang jatuh. Dua buah masih disimpan, sedang kekurangannya sedang dicarikan penggantinya,” ujarnya. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















