PERUM Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) memastikan stok beras di wilayahnya masih dalam kondisi aman. Hingga April 2026, cadangan beras tercatat mencapai 22.300 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tujuh hingga delapan bulan mendatang.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara, Musazdin Said, mengatakan perhitungan tersebut mengacu pada rata-rata penyaluran bulanan yang berkisar 5.000 hingga 6.000 ton.
“Jika melihat realisasi penyaluran setiap bulan, maka stok yang ada dipastikan masih aman,” kata Musazdin mengutip laman resmi Pemprov Kaltim, Kamis (14/5/2026).
Meski stok dinilai mencukupi, Bulog mulai memetakan potensi kenaikan kebutuhan pangan, terutama di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Aktivitas pembangunan dan pertumbuhan penduduk dinilai akan ikut mendorong konsumsi bahan pokok.
Saat ini, penyaluran beras Bulog difokuskan untuk berbagai program pemerintah seperti bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Di saat bersamaan, Bulog juga tetap memasok kebutuhan pasar umum melalui penjualan beras premium guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Penguatan stok pangan menjadi isu penting di Kalimantan dalam beberapa tahun terakhir. Selain faktor distribusi antarpulau, tantangan cuaca dan biaya logistik masih memengaruhi kestabilan pasokan pangan di sejumlah daerah.
Karena itu, Bulog mulai memperkuat strategi cadangan pangan sekaligus penyerapan hasil panen lokal agar ketahanan pangan daerah tidak hanya bergantung pada pasokan luar wilayah. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















