LAPAK penjualan hewan kurban mulai ramai didatangi warga Bontang. Sapi bertubuh besar dan kambing bertanduk panjang menjadi incaran pembeli. Namun di balik ramainya transaksi itu, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya terpikat penampilan luar.
Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang meminta warga lebih teliti sebelum membeli hewan kurban. Salah satu yang paling ditekankan ialah memastikan hewan telah memiliki tanda “Sehat” dari petugas pemeriksa.
Stiker tersebut diberikan setelah hewan dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan dan administrasi oleh tim DKP3. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, usia hewan, hingga dokumen asal ternak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli hewan yang sudah berlabel ‘Sehat’ dan memiliki surat keterangan kesehatan. Ini bentuk perlindungan bagi konsumen,” kata Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem.
Hingga Rabu (13/5/2026), DKP3 telah memeriksa 2.188 hewan kurban di 57 lokasi penjualan dan peternakan. Dari jumlah itu, terdapat 1.134 sapi, 1.007 kambing, dan 47 domba.
Kepala Bidang Peternakan DKP3, drh. Riyono, mengatakan banyak masyarakat masih memilih hewan berdasarkan ukuran tubuh atau harga. Padahal, hewan yang tampak besar belum tentu memenuhi syarat kesehatan maupun usia kurban.
Menurut dia, keberadaan stiker “Sehat” memudahkan masyarakat mengenali hewan yang telah diperiksa pemerintah.
“Kalau ada stikernya, artinya hewan itu sudah diperiksa dan layak. Ini penting agar masyarakat tidak ragu saat membeli,” ujarnya.
Mayoritas sapi kurban di Bontang diketahui berasal dari Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Palu, Sulawesi Tengah. Sementara kambing dan domba banyak dipasok dari Pulau Jawa.
DKP3 memastikan seluruh hewan yang masuk tetap menjalani pemeriksaan ketat sebelum dijual ke masyarakat. Pengawasan akan terus dilakukan hingga mendekati hari raya kurban. [RE/FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami













