• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Nelayan Pulau Miang Kutim Mengeluh: Dulu Pulang Bawa Puluhan Kilo, Kini Satu Ikan Pun Susah

Suriadi Said by Suriadi Said
14 Mei 2026 | 06:29
Reading Time: 1 min read
0
Nelayan Pulau Miang Kutim Mengeluh: Dulu Pulang Bawa Puluhan Kilo, Kini Satu Ikan Pun Susah

Ilustrasi nelayan

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SUARA mesin kapal tongkang kini lebih sering terdengar di perairan Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim). Di saat yang sama, nelayan setempat mengaku hasil tangkapan mereka terus menurun dalam setahun terakhir.

Pulau Miang selama ini dikenal sebagai salah satu spot memancing dan penghasil ikan laut di pesisir Kutai Timur. Namun para nelayan menyebut kondisi itu perlahan berubah sejak aktivitas bongkar muat batu bara semakin dekat dengan kawasan tangkapan ikan mereka.

PILIHAN REDAKSI

Bukti Keburu Hilang karena Birokrasi Lamban, DPRD Kutim Turun Tangan ke Pulau Miang

Bukti Keburu Hilang karena Birokrasi Lamban, DPRD Kutim Turun Tangan ke Pulau Miang

30 Juni 2026 | 19:21
Menuju UNESCO, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Tak Boleh Terganggu

Menuju UNESCO, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Tak Boleh Terganggu

29 Juni 2026 | 18:03

Salah satu nelayan, Jumri, mengatakan perubahan paling terasa terjadi tahun ini. Jika sebelumnya nelayan bisa membawa pulang puluhan kilogram ikan dalam sekali melaut, kini mendapatkan lebih dari lima kilogram saja disebut sulit.

“Dulu hasil kami setelah mancing banyak sekali, sekarang kalau cuman sehari dapat satu ikan aja susah betul,” kata Jumri.

Menurut dia, kapal-kapal pengangkut batu bara yang berlabuh di sekitar perairan Pulau Miang membuat ikan menjauh dari lokasi tangkapan nelayan. Akibatnya, mereka harus melaut lebih jauh untuk mencari titik ikan.

Padahal sebelumnya nelayan cukup memancing sekitar satu kilometer dari desa. Kini jarak tempuh bertambah, sementara hasil tangkapan belum tentu meningkat.

“Kapal-kapal itu yang membuat kami harus melaut lebih jauh. Ini membuat pendapatan dan pengeluaran kami tidak besar, bahkan bisa rugi,” ujarnya.

Kondisi tersebut mulai berdampak pada penghasilan warga pesisir yang mayoritas menggantungkan hidup dari laut. Sejumlah nelayan bahkan disebut mulai mengurangi frekuensi melaut karena biaya operasional tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Di tengah meningkatnya aktivitas industri batu bara di kawasan pesisir Kutai Timur, warga Pulau Miang berharap ruang tangkap nelayan tradisional tetap mendapat perhatian agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak semakin terdesak. [RE]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: NelayanSangkulirang
Previous Post

Main Layang-Layang, Bocah di Kutim Diduga Diterkam Buaya

Next Post

Enam Penutup Lampu Trotoar Jalan MT Haryono Bontang Dilaporkan Lenyap

BACA JUGA

Murka Tak Diberi Solar, Komplotan Preman Sungai Mahakam Hajar ABK di Samarinda

Murka Tak Diberi Solar, Komplotan Preman Sungai Mahakam Hajar ABK di Samarinda

1 Juli 2026 | 00:39
Menanti Nyali DPRD Kaltim Gulirkan Kembali Hak Angket Rudy Mas'ud

Menanti Nyali DPRD Kaltim Gulirkan Kembali Hak Angket Rudy Mas’ud

1 Juli 2026 | 00:21
Bukti Keburu Hilang karena Birokrasi Lamban, DPRD Kutim Turun Tangan ke Pulau Miang

Bukti Keburu Hilang karena Birokrasi Lamban, DPRD Kutim Turun Tangan ke Pulau Miang

30 Juni 2026 | 19:21
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook

30 Juni 2026 | 17:29
Sentil Rudy Mas'ud, DPRD Kaltim: Jangan Gampang Impor Pejabat!

Sentil Rudy Mas’ud, DPRD Kaltim: Jangan Gampang Impor Pejabat!

30 Juni 2026 | 16:16
Sulap Lahan 'Mati' jadi Lumbung Pangan, Kutim Tantang Anak Muda Berinovasi

Sulap Lahan ‘Mati’ jadi Lumbung Pangan, Kutim Tantang Anak Muda Berinovasi

30 Juni 2026 | 15:56
Next Post
Enam Penutup Lampu Trotoar Jalan MT Haryono Bontang Dilaporkan Lenyap

Enam Penutup Lampu Trotoar Jalan MT Haryono Bontang Dilaporkan Lenyap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Sekolah Favorit di Kutim Overkapasitas, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah Kutai Timur Siapkan Sekolah Rujukan Google di Sangatta

Sekolah Favorit di Kutim Overload, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah

28 Juni 2026 | 13:41

Terbaru

Murka Tak Diberi Solar, Komplotan Preman Sungai Mahakam Hajar ABK di Samarinda

Murka Tak Diberi Solar, Komplotan Preman Sungai Mahakam Hajar ABK di Samarinda

1 Juli 2026 | 00:39
Menanti Nyali DPRD Kaltim Gulirkan Kembali Hak Angket Rudy Mas'ud

Menanti Nyali DPRD Kaltim Gulirkan Kembali Hak Angket Rudy Mas’ud

1 Juli 2026 | 00:21
Bikin SKCK 2026 Bebas Ribet: Ini Syarat, Biaya, dan Cara Daftar Online Lewat HP

Bikin SKCK 2026 Bebas Ribet: Ini Syarat, Biaya, dan Cara Daftar Online Lewat HP

30 Juni 2026 | 23:11
Sembako Masih Mahal, Wawali Bontang Kejar Rute Baru Pelabuhan Lok Tuan-Sulbar

Sembako Masih Mahal, Wawali Bontang Kejar Rute Baru Pelabuhan Lok Tuan-Sulbar

30 Juni 2026 | 19:37
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved