ANGGARAN pembangunan RS Taman Sehat Bontang senilai sekira Rp46 miliar dipastikan belum akan digunakan dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Bontang memilih menahan proyek tersebut karena dokumen perizinan masih dalam tahap review.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan anggaran proyek tetap tersedia dan tidak dialihkan ke program lain. Dana itu akan disimpan sebagai sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sampai seluruh syarat pembangunan dinyatakan lengkap.
“Tahun ini proyek kembali dianggarkan karena yang berjalan hanya penyesuaian atau review dokumen, bukan perubahan besar,” kata Neni, Rabu (13/5/2026).
Dokumen yang masih dalam proses review di antaranya UKL-UPL (Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan), analisis dampak lalu lintas (amdalalin), hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Seluruh dokumen itu menjadi dasar legal sebelum pembangunan fisik dimulai.
Peninjauan ulang dilakukan karena ada penyesuaian dalam rencana pembangunan. Meski disebut tidak mengubah substansi utama proyek, revisi tetap diperlukan agar seluruh aspek memenuhi ketentuan hukum dan teknis.
Penundaan ini membuat proyek RS Taman Sehat kembali masuk daftar pembangunan strategis yang belum bergerak meski telah dianggarkan. Tahun lalu, proyek yang sama juga sempat tertahan dengan alasan serupa.
Neni mengaku tidak ingin pembangunan dipaksakan hanya demi mengejar target. Menurut dia, proyek tanpa dokumen lengkap berisiko menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari, termasuk bagi aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam proses pembangunan.
“Inilah yang ingin kita hindari. Saya ingin ASN Kota Bontang aman, tidak tersangkut masalah hukum,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot memastikan proyek RS Taman Sehat tidak dibatalkan. Anggaran Rp46 miliar tetap dipertahankan dan akan disimpan sebagai sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) hingga seluruh dokumen dinyatakan lengkap.
Neni menegaskan pihaknya tidak ingin mengulang kesalahan proyek yang dipaksakan berjalan tanpa kesiapan dokumen. Selain berpotensi melanggar aturan, langkah itu juga bisa memicu persoalan hukum di kemudian hari.
Ia memastikan proyek RS Taman Sehat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah karena kebutuhan layanan kesehatan di Bontang terus meningkat.
Jika seluruh dokumen telah dinyatakan lengkap, pembangunan rumah sakit itu disebut akan langsung dilanjutkan. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















