JELANG Iduladha 2026, arus masuk hewan kurban ke Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) meningkat tajam. Ribuan sapi, kambing, dan domba didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia dalam waktu singkat. Di balik ramainya lapak penjualan hewan kurban, pemerintah mulai memperketat pengawasan untuk mencegah masuknya ternak sakit maupun hewan yang tidak layak dijual.
Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang mencatat sebanyak 2.188 ekor hewan kurban telah diperiksa hingga Rabu (13/5/2026). Pemeriksaan dilakukan di 57 titik penjualan dan peternakan yang tersebar di sejumlah wilayah kota.
Dari jumlah itu, terdapat 1.134 ekor sapi, 1.007 kambing, dan 47 domba. Hewan-hewan tersebut sebagian besar didatangkan dari luar Kalimantan, terutama Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, serta Pulau Jawa.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, mengatakan jumlah hewan yang masuk masih berpotensi bertambah dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, pengawasan diperketat untuk memastikan seluruh ternak yang beredar dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kurban.
“Dalam satu hingga dua hari ke depan masih ada tambahan hewan kurban yang masuk ke Bontang, sehingga pengawasan akan terus kami lakukan,” ujar Ahmad Aznem.
Masuknya ribuan hewan dari berbagai daerah menjadi perhatian serius petugas. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada kondisi fisik ternak, tetapi juga mencakup dokumen asal hewan dan surat keterangan kesehatan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit ternak antardaerah.
Selain kesehatan, petugas juga memeriksa usia hewan guna memastikan kelayakan kurban sesuai ketentuan syariat. Hewan yang dinyatakan lolos pemeriksaan diberi stiker bertuliskan “Sehat” sebagai penanda telah melalui pengawasan resmi pemerintah.
Kepala Bidang Peternakan DKP3 Bontang, drh. Riyono, mengatakan tanda tersebut penting karena banyak pembeli sulit mengenali kondisi kesehatan hewan hanya dari tampilan luar.
“Kalau ada stikernya, artinya hewan itu sudah diperiksa dan layak. Ini penting agar masyarakat tidak ragu saat membeli,” katanya.
Pengawasan hewan kurban rutin dilakukan setiap menjelang Iduladha seiring meningkatnya mobilitas ternak dari luar daerah. Pemerintah berupaya memastikan hewan yang beredar aman dikonsumsi sekaligus mencegah potensi kerugian bagi peternak dan masyarakat akibat penyakit ternak yang tidak terdeteksi sejak awal.
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















