SETIAP rupiah yang dikeluarkan warga saat mengisi bahan bakar harus sebanding dengan literan yang masuk ke tangki kendaraan. Urusan isi bensin bukan sekadar antre dan bayar, melainkan soal kepastian serta rasa percaya.
Menjaga kepercayaan itu tidak mudah, apalagi mesin pompa SPBU terus bekerja tanpa henti. Berangkat dari keresahan warga soal ketepatan takaran, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang bergerak melakukan sidak.
Melalui UPT Metrologi Legal, petugas menyisir area pengisian bahan bakar di SPBU di Bontang, tepatnya SPBU 64 75312 Jalan Arief Rahman Hakim, Kelurahan Belimbing, Bontang Barat. Kedatangan petugas langsung menyasar jantung transaksi: mesin dispenser BBM.
Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi, menekankan bahwa pengawasan ketat ini menjadi tameng perlindungan nyata bagi hak-hak masyarakat. Sering kali, mesin pengisian yang dipakai terus-menerus mengalami penurunan performa secara mekanis.
”Setiap liter BBM yang dibayar masyarakat harus benar-benar sesuai dengan yang diterima. Ini menyangkut hak konsumen,” ujar Eko tegas.
Menurut Eko, penggunaan pompa dispenser secara nonstop sangat rawan memicu pergeseran takaran. Selisihnya mungkin terasa kecil per liter, tetapi jika akumulasinya mencapai ratusan kendaraan per hari, kerugian masyarakat tentu tidak bisa dianggap remeh.
Langkah konkret pun diambil. Petugas menguji langsung volume BBM yang keluar dari moncong nozzle menggunakan bejana ukur standar metrologi. Angka yang keluar dicocokkan dengan yang tertera di layar digital dispenser.
”Kami memeriksa setiap nozzle satu per satu secara detail. Tidak ada yang luput, karena satu pompa saja yang tidak akurat bisa berdampak pada banyak konsumen,” kata Eko.
Ketakutan warga akan adanya kecurangan atau kerusakan mesin akhirnya terjawab. Dari pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pompa ukur di SPBU milik PT Mitra Tunas Keluarga tersebut, petugas tidak menemukan adanya kecurangan.
Seluruh alat ukur dispenser dinyatakan berada dalam kondisi prima dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Warga Bontang Barat dan sekitarnya kini bisa bernapas lega karena transaksi di lokasi ini terbukti aman dan presisi.
”Hasil ini menjadi indikator bahwa pengelola SPBU telah menjalankan kewajibannya dengan baik dalam menjaga keakuratan alat ukur,” lanjut Eko.
DKUMPP memastikan agenda tera ulang ini tidak berhenti di satu titik saja. Pengawasan berkala akan terus menyasar seluruh SPBU di Bontang secara bergilir demi menjaga keadilan ruang niaga dan merawat ketenangan publik saat mengisi bahan bakar. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















