• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juni 26, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Terungkap Setelah Bertahun-tahun, Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Dilaporkan

Suriadi Said by Suriadi Said
26 Juni 2026 | 22:13
Reading Time: 2 mins read
0
Terungkap Setelah Bertahun-tahun, Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Dilaporkan

Ilustrasi kekerasan seksual.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

TIGA orang korban kini menjalani pendampingan setelah melaporkan dugaan kekerasan seksual yang diduga terjadi di salah satu pondok pesantren di Kota Samarinda. Kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke kepolisian dan kini memasuki proses penyelidikan.

Keberanian para korban untuk berbicara tidak datang dalam waktu singkat. Sebagian di antaranya memilih diam selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memutuskan mencari perlindungan hukum setelah mengetahui ada korban lain yang diduga mengalami peristiwa serupa.

PILIHAN REDAKSI

Soal Rudapaksa Anak Bontang, Saeful Ingatkan Dampak Trauma

Soal Rudapaksa Anak Bontang, Saeful Ingatkan Dampak Trauma

30 April 2026 | 07:48
Bukan Sekadar Salah Pergaulan, Ini Akar Masalah Kehamilan Dini yang Hantui Remaja Bontang Anak-Anak Ramai Ikut “Sujud Freestyle”, UPT PPA Bontang Ingatkan Jangan Menghakimi Stigma Bisa Hambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bontang

Stigma Bisa Hambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bontang

29 April 2026 | 18:39

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, Rina Zainun, mengatakan kasus itu pertama kali terungkap setelah salah seorang korban menghubunginya secara langsung.

Korban mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat masih berada di lingkungan pondok pesantren. Dalam percakapan tersebut, korban juga menyampaikan sedang berusaha menghubungi korban lain untuk mengetahui apakah mereka bersedia memberikan kesaksian.

“Korban menghubungi saya dan menyampaikan bahwa ada dugaan tindakan pelecehan dan pencabulan yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Samarinda. Saat itu korban juga mengatakan masih berupaya menghubungi korban-korban lain untuk memastikan apakah mereka berani berbicara atau tidak,” kata Rina.

TRC PPA Kaltim kemudian menerima pendampingan terhadap tiga korban yang mengaku mengalami dugaan kekerasan seksual pada waktu berbeda.

Salah seorang korban menyebut dugaan peristiwa terjadi dalam rentang 2018 hingga 2022. Korban lain mengaku mengalami kejadian serupa pada 2024.

Rina menjelaskan seluruh kronologi dan keterangan korban telah disampaikan kepada penyidik untuk didalami lebih lanjut. Ia menegaskan proses pembuktian sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Laporan yang diajukan saat ini mengarah kepada satu orang terduga pelaku yang disebut merupakan pengajar sekaligus memiliki posisi sebagai pimpinan di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Meski sebagian dugaan peristiwa terjadi beberapa tahun lalu, para korban baru memutuskan melapor belakangan ini.

Menurut Rina, salah satu alasan terbesar adalah munculnya keberanian setelah mengetahui ada korban lain yang diduga mengalami pengalaman serupa.

“Ada korban yang mengaku berani berbicara karena mendengar ada adik-adiknya yang juga mengalami hal yang sama. Selain itu, mereka melihat korban-korban kekerasan seksual di tempat lain yang berani melapor dan mendapatkan perlindungan hukum,” ujarnya.

TRC PPA menilai dukungan terhadap korban yang mulai berani bersuara menjadi faktor penting agar dugaan tindak kekerasan seksual dapat terungkap.

Rina menilai kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berasrama kerap dipengaruhi relasi kuasa antara pengajar dan peserta didik.

Budaya kepatuhan terhadap figur yang dihormati, menurutnya, dapat membuat korban merasa takut menolak, apalagi melaporkan dugaan tindakan yang dialaminya.

“Relasi kuasa, kepatuhan, dan rasa takut sering menjadi faktor yang membuat korban sulit menolak atau melaporkan peristiwa yang dialaminya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda yang memberikan pendampingan dan penguatan psikologis kepada para korban selama proses berlangsung.

TRC PPA Kaltim menyatakan masih membuka kemungkinan adanya korban lain yang ingin melapor apabila merasa mengalami dugaan peristiwa serupa.

Seluruh proses selanjutnya kini berada di tangan kepolisian. Penyidik akan mendalami keterangan para pelapor, mengumpulkan alat bukti, serta menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku. [DIAS]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Kekerasan SeksualPondok Pesantren
Previous Post

Libur Sekolah, 10 Anak Balikpapan di Sekolah Rakyat Pulang Lepas Rindu dengan Keluarga

Next Post

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

BACA JUGA

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim Tidak Sekaligus, Rekrutmen 127 Guru Bontang Dilakukan Bertahap

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim

26 Juni 2026 | 23:30
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Libur Sekolah, 10 Anak Balikpapan di Sekolah Rakyat Pulang Lepas Rindu dengan Keluarga Cara Sekolah Rakyat Kaltim Rawat Pancasila lewat Canva hingga Ibadah

Libur Sekolah, 10 Anak Balikpapan di Sekolah Rakyat Pulang Lepas Rindu dengan Keluarga

26 Juni 2026 | 21:57
TPP ASN Bontang Dipastikan Tetap Cair hingga Desember 2026

TPP ASN Bontang Dipastikan Tetap Cair hingga Desember 2026

26 Juni 2026 | 21:26
9 WN Filipina Masuk Ilegal, Rudenim Balikpapan Kini Dipenuhi Deteni

9 WN Filipina Masuk Ilegal, Rudenim Balikpapan Kini Dipenuhi Deteni

26 Juni 2026 | 21:06
Vonis 11 Tahun untuk Jumadi, Pembunuhan di Gunung Bugis Berakhir di Meja Hijau

Vonis 11 Tahun untuk Jumadi, Pembunuhan di Gunung Bugis Berakhir di Meja Hijau

26 Juni 2026 | 18:36
Next Post
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

Sudah Habiskan Rp244 Miliar, Balikpapan Masih Butuh 5.784 Unit PJU Tambahan

20 Juni 2026 | 21:48
Baru Menjabat, Kepala KSOP Bontang Langsung Keker "Pelabuhan Tikus"

Baru Menjabat, Kepala KSOP Bontang Langsung Keker “Pelabuhan Tikus”

18 Juni 2026 | 21:59
Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

22 Juni 2026 | 16:00
Dipelototi KPK, 19 Aset Lahan Pemkot Bontang Dikebut Sertifikasinya

Dipelototi KPK, 19 Aset Lahan Pemkot Bontang Dikebut Sertifikasinya

19 Juni 2026 | 16:57
Korupsi Dishub Bontang: Tiga Terdakwa Dituntut 18 Bulan Penjara Respons Kepala Dishub Bontang Dua Anak Buahnya Tersandung Korupsi Bimtek

Korupsi Bimtek Dishub Bontang: Tiga Terdakwa Dituntut 18 Bulan Penjara

19 Juni 2026 | 23:56

Terbaru

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim Tidak Sekaligus, Rekrutmen 127 Guru Bontang Dilakukan Bertahap

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim

26 Juni 2026 | 23:30
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Terungkap Setelah Bertahun-tahun, Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Dilaporkan

Terungkap Setelah Bertahun-tahun, Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Dilaporkan

26 Juni 2026 | 22:13
Libur Sekolah, 10 Anak Balikpapan di Sekolah Rakyat Pulang Lepas Rindu dengan Keluarga Cara Sekolah Rakyat Kaltim Rawat Pancasila lewat Canva hingga Ibadah

Libur Sekolah, 10 Anak Balikpapan di Sekolah Rakyat Pulang Lepas Rindu dengan Keluarga

26 Juni 2026 | 21:57
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved