AKSES membaca kini semakin mudah bagi masyarakat Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim). Melalui aplikasi i-Kutim, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim menghadirkan perpustakaan digital yang memungkinkan ribuan buku dibaca langsung dari telepon pintar.
Layanan ini menjadi langkah baru dalam mendekatkan budaya literasi kepada masyarakat. Tanpa harus datang ke perpustakaan, pengguna cukup mengunduh aplikasi dan langsung menikmati koleksi buku digital secara gratis.
Pustakawan Dispusip Kutim, Beatrix Aprastia, mengatakan aplikasi i-Kutim dapat diunduh melalui Play Store sehingga masyarakat bisa mengakses bahan bacaan kapan saja dan dari mana saja.
“I-Kutim merupakan aplikasi perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat membaca e-book di mana saja menggunakan gawai mereka,” ujarnya di Sangatta, Rabu (8/7/2026).
Saat ini, aplikasi tersebut menyediakan lebih dari 9 ribu judul buku digital yang mencakup berbagai kategori. Mulai dari ilmu pengetahuan, pendidikan, sastra, pengembangan diri hingga bacaan anak tersedia dalam satu platform.
Seluruh koleksi dapat dipinjam tanpa biaya bagi pengguna yang telah memiliki akun. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh bahan bacaan berkualitas tanpa terkendala jarak maupun waktu.
Tak hanya itu, i-Kutim juga menghadirkan fitur membaca secara offline. Setelah buku diunduh, pengguna tetap bisa menikmati bacaan meski berada di wilayah dengan akses internet yang terbatas.
Fitur interaktif juga menjadi nilai tambah aplikasi ini. Pengguna dapat memberikan ulasan, berbagi rekomendasi buku, hingga berinteraksi dengan sesama pembaca sehingga terbentuk komunitas literasi digital yang lebih aktif.
Menurut Beatrix, transformasi layanan digital bukan berarti menggantikan perpustakaan konvensional. Justru, layanan tersebut hadir untuk melengkapi fasilitas yang sudah ada agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengakses informasi.
Selain mengembangkan perpustakaan digital, Dispusip Kutim tetap memperkuat layanan melalui perpustakaan konvensional dan perpustakaan keliling. Ketiga layanan itu saling melengkapi untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan hadirnya i-Kutim, membaca kini benar-benar dapat dilakukan hanya melalui genggaman tangan. (*)



















