PEMERINTAH Kota Bontang mulai membenahi “jantung” literasi di sekolah: perpustakaan. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan perpustakaan, Selasa (5/5), pemkot mendorong perpustakaan sekolah naik kelas dan lolos akreditasi nasional.
Kegiatan yang digelar di Gedung Mini Teater itu diikuti 103 pengelola perpustakaan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA dan Madrasah Aliyah. Mereka tidak hanya belajar administrasi, tetapi juga dituntut mengubah wajah perpustakaan agar lebih relevan di era digital.
Dalam sambutan Wali Kota Bontang yang dibacakan Staf Ahli PKSDM, Lukman, ditegaskan bahwa perpustakaan tidak lagi bisa dipandang sebagai ruang penyimpanan buku. Perpustakaan harus menjadi pusat pengetahuan, kreativitas, sekaligus ruang belajar yang hidup.
“Perpustakaan saat ini harus adaptif terhadap perkembangan teknologi agar tetap menarik bagi peserta didik,” kata Lukman.
Ia menekankan, akreditasi nasional menjadi instrumen penting untuk mengukur sekaligus memperbaiki kualitas layanan. Artinya, pengelolaan tidak bisa lagi berjalan seadanya, tetapi harus berbasis standar, terencana, dan memanfaatkan teknologi informasi.
Dorongan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi perpustakaan sekolah menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Perpustakaan yang aktif terbukti berkontribusi pada kebiasaan membaca dan kemampuan literasi siswa.
Ketua Panitia, Saparuddin, menyebut tantangan utama saat ini adalah mengubah pola pikir pengelola perpustakaan. “Perpustakaan harus dikelola secara profesional, inovatif, dan berbasis teknologi. Tidak bisa lagi sekadar rutinitas,” ujarnya.
Selama dua hari, peserta dibekali materi mulai dari Standar Nasional Perpustakaan, instrumen akreditasi, pengelolaan koleksi, hingga katalogisasi menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC). Selain itu, mereka juga mempelajari strategi promosi perpustakaan berbasis inklusi sosial agar lebih dekat dengan siswa.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang Abdu Safa Muha dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Retno Febriyanti, serta narasumber dari tingkat provinsi dan kota. [ADS/BTG]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















