PROGRAM bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis yang digagas Pemerintah Kota Bontang menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi. Hingga 2026, Bontang tercatat sebagai daerah dengan tingkat partisipasi kuliah tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan program UKT gratis tidak hanya meringankan biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga berdampak pada pengelolaan ekonomi keluarga, khususnya kalangan pekerja. Kebijakan ini dinilai membantu masyarakat mengalokasikan pendapatan secara lebih produktif.
“Tanpa disadari, program ini sangat membantu pekerja. Penghasilan mereka sekarang bisa lebih banyak ditabung karena biaya pendidikan sudah ditanggung pemerintah,” ujar Neni usai peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026).
Program tersebut menjadi salah satu kebijakan unggulan Pemkot Bontang yang diperkuat melalui kolaborasi dengan program Gratis Poll dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sinergi ini berkontribusi terhadap peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di wilayah tersebut.
Data menunjukkan, APK perguruan tinggi di Kaltim kini mencapai 40 persen, tertinggi secara nasional. Sementara itu, Bontang mencatat APK sebesar 32 persen, melampaui rata-rata daerah lain yang masih berada di kisaran 20 persen.
“Bontang ikut mendongkrak angka partisipasi pendidikan tinggi di Kalimantan Timur,” kata Neni.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Bontang tetap mempertahankan program UKT gratis dengan alokasi anggaran sekira Rp15 miliar per tahun. Setiap mahasiswa penerima manfaat memperoleh bantuan sekira Rp5,5 juta per semester atau lebih dari Rp10 juta per tahun.
Selain bantuan finansial, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan kepada calon mahasiswa, terutama dalam proses pendaftaran kuliah yang kini dilakukan secara daring. Fasilitasi ini dilakukan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk memastikan akses yang lebih merata.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah mahasiswa dan orangtua mengaku terbantu hingga tahap akhir pendidikan, termasuk saat wisuda. Pemerintah daerah menilai capaian ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bontang. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















