PEMERINTAH Kota Bontang memperluas akses pendidikan tinggi melalui program bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis. Program ini menyasar guru dan masyarakat yang belum menempuh pendidikan sarjana.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga pendidik.
Pemkot telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung program ini. Bantuan diberikan kepada peserta dengan kriteria tertentu, termasuk batas usia saat mulai kuliah.
“Program ini kami arahkan agar tepat sasaran, terutama bagi guru PAUD yang masih banyak belum memiliki gelar sarjana,” tegas Neni, Kamis (16/4/2026).
Neni menilai kualitas pendidikan sangat bergantung pada kompetensi guru. Karena itu, akses kuliah tanpa beban biaya diharapkan mendorong peningkatan kemampuan mengajar.
Ia mengingatkan para guru agar memanfaatkan program tersebut secara optimal. Kesempatan ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga pendidik di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdul Safa Muha, menyebut program ini sebagai solusi untuk meningkatkan kualifikasi guru. Namun, keberhasilannya bergantung pada kesadaran masing-masing peserta.
“Kami mendorong guru memanfaatkan program ini, tetapi keputusan tetap ada pada individu,” ujarnya.
Pemkot Bontang menargetkan peningkatan jumlah guru berkualifikasi sarjana dalam beberapa tahun ke depan. Program UKT gratis diharapkan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat mutu pendidikan dasar dan anak usia dini di Bontang. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















